Kamis, 17 Maret 2011

Entahlah ini apa, hanya coretan larut malam

Tengah malam lagi, lagi dan lagi. Menentang perkataan lagi, lagi dan lagi.
Bukannya aku tak mau tidur cepat, tapi aku begitu menikmati heningnya tengah malam. Aku suka tengah malam, ketika beribu rasa menusuk ke dalam dada. Beribu kata berantakan didalam otak. Beribu kenangan yang menusuk kalbu. Dan beribu ingatan yang ingin dilukiskan.. Dan entah beribu apa lagikah..

Aku suka menikmati tengah malam yang hening, gelap, sunyi, saya suka bercumbu dengan ribuan kenangan yang menyapa saya ketika larut malam datang..
Hai katanya..
Dia sengaja mengusiku, mengunjungiku, menggangguku..

Dan bunyi bunyi nyamuk yang berisik itu tidak mengganggu ribuan kenangan itu untuk tetap mengerjaiku.
Kenangan kenangan itu sangat senang mengerjaiku setiap malam.
Dia bahkan sering mengerjaiku hingga aku menangis tersedu-sedu. Tapi aku tak pernah mengadu pada mama, aku kan sudah besar .

Keesokan harinya, dia tetap mengerjaiku.
Mengerjaiku hingga aku menjadi kalut dan berantakan.
Ih apa yang kamu mau?

Tapi aku tetap nyaman, kenapa nyapan karena apa yang dia kerjakan adalah apa yang aku nikmati.
Dia, dia siapa? Dia, dia itu beribu kenangan yang ada disini. Disini? Disini dimana? Disini, di hati dan kepalaku dan mengalir dalam darahku serta berdenyut dalam nadiku . Nampak sulit untuk dihilangkan. Bisa.. Kau ambil saja pisau, tancapkan ke tubuhmu.. Tidak, itu gila. Biarlah aku menikmati ini semua. Beribu kenangan itu biar aku nikmati sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here, Cheers! :)