Kamis, 19 Januari 2017

Welcoming 2017!

Happy new year 2017!
Telat ya postingnya? Gapapa lah yaaaaah... Baru beberapa hari dari tahun baru kok hehehehe postingan pertama di tahun ini yang tak boleh dilewatkan. Berisikan sekelumit cerita sepanjang 2016 kemarin dan beberapa resolusi untuk tahun ini..

2016 itu....
Apa ya? Terlalu banyak hal ajaib dan menakjubkan terjadi. Banyak sekali hal super menyenangkan terjadi dan banyak sekali hal-hal ajaib yang menghampiri. Bersyukur sekali sudah lulus sebagai sarjana dan di wisuda di tahun ini, lulus kuliah sesuai target dengan jalan yang cukup berliku tapi akhirnya berhasil dilalui. Tahap-tahap menjadi mahasiswa tingkat akhir yang rumit dan cukup menyita waktu-waktuku (apalagi waktu tidurku). 2016 yang akhirnya maharani pecah telor nggak jomblo lagi sepanjang tahun ini. 2016 yang alhamdulillah masih dikelilingi sahabat-sahabat yang baik. Alhamdulillah diberikan hal-hal baik dan walaupun sesekali harus merasakan beberapa kehilangan pula.. Mari kita ceritakan sebagian cerita sepanjang 2016.


Januari.

Setelah lengser alias demisioner dari himpunan, terbitlah rangkaian kegiatan mahasiswa tingkat akhir. Yang dimulai dari job trainning lalu uas terakhir di semester 7 dan mengajukan judul skripsi. SKRIPSI WOOOY :'))))
Sekeping kenangan saat jobtrain :))
Dari akhir tahun 2015 mulai luntang-lantung bersama Danira mencari tempat Jobtrain sampai akhirnya tanggal 11 Januari dapet tempat Jobtrain di Balai Kota Bandung dan ditempatkan di humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung. ZUPER UNPREDICTABLE MOMENT, Jobtrain paling bikin ngutruk banget, kerjaannya sama Danira menggerutu terus karena ibu bos hahahahaha selama Jobtrain kita sering banget disuruh-suruh dan diomelin, dari mulai disuruh ngerjain tugas di kantor, beresin gudang, cuci piring, beli kertas, nuker duit sampe beli chatime ke bip juga pernah, beli gorengan 70rb eun juga pernah hahahahahaha awal tahun yang menyenangkan sekali ya ngo? Sepanjang bulan januari hingga akhir Februari kami lalui di Diskominfo tiap hari ngantor ngerjain kerjaan yang sama. HAHAHAHA.
Dan di bulan Januari ini juga terjadi sesuatu yang tidak kalah ajaib hahahahaha Maharani pecah telor gengs, setelah sekian tahun menjomblo akhirnya di awal tahun ini ada (yang mau-maunya) jadi pacar Maharani huahahahaha. Si ajaib yang tiba-tiba hadir di kehidupannya Maharani, yang jadian di hari pertama Maharani jobtrain dan hampir setiap hari dijemput tiap pulang jobtrain. Hehehehe alhamdulillah dipertemukan dengan Rizki dengan cara yang lucu dan tentu saja atas rencana tuhan, terimakasih Rizki sudah dengan ajaibnya hadir di awal tahun 2016.

Februari.

Gigs terbaikku sepanjang 2016 F2WL! Bisa ngelive nonton barasuara siang-siang. Gigs hari itu isinya hampir seluruhnya musisi favoritku. Elephant Kind, Barasuara dan GAC sukses bikin hari itu jadi gigs yang menyenangkan, apalagi bisa foto bareng sama semua personilnya Barasuara yang super kind-hearted. Speechless bisa sedekat itu sama mereka, dapet ttd mereka, foto bareng sama mereka. TERBAIIIIIIIK di awal tahun:))

Habis itu dilanjut urbangigs di Bumi Sangkuriang yang semua pengisi acaranya adalah favorite walaupun hujan-hujanan basah kuyup!

Maret.

Kegirangan Maharani di tahun ini bisa reunian lagi sama Hollywood Nobody di gigs walaupun tanpa kak Diantra. So haaaaapppyyyyy to meet them again!

Dan vakansi pertama Maharani bersama Rizki, si nekat pergi ke Subang nggak tahu jalan nggak tahu rute tapi akhirnya sampe juga hwehehe.

April.

Ngasih surprise Rasta, Aliv dan Zahra di h+3 bulan. Selalu! Hahaha

Mei.
Menonton Konser Taifun-nya Barasuara yang penuh kehectican, beli tiket yang cukup bikin dompet engap-engapan waktu itu hahaha tapi sumpah terbaik bangeeeet, konser satu jam lebih kerasanya kayak sebentar banget, kurang banget. Endingnya seneng banget bisa foto bareng lagi sama semua personil Barasuara yaaa walaupun udah kucel tapi selalu menyenangkan menonton band satu ini tuh. Semoga akan ada konser-konser menyenangkan lainnya di tahun 2017 ini.

Juni.

Berhubung bulan puasa jadinya banyak undangan bukber sana-sini. Mhehehe,

Juli.
Bulan yang penuh dramaaaa banget karena skripsi yang kayak never ending story aja gitu, ngejar dosbing, ngurus ini itu dan bahkan sampai harus ke rumah dosbing demi acc-an skripsi but finally bisa daftar sidang.






Surprise ulang tahun yang bertubi-tubi, dikibulin sana-sini dari mulai sama pacar sampe sama sahabat-sahabat sendiri. Disurprise-in pertama kali sama Rizki yang modus mo ngajak makan buka bareng terus dateng bawain kue, terus surprise dari geng admin, surprise dari team CCZ dan surprise dari Ajeng, Putra dan Erida yang semuanya taun ini bener-bener di luar ekspektasi banget! Hahaha

Agustus.

Bulan yang mengahrukaaaan sepanjang tahun ini, bulan dimana akhirnya seorang Maharani punya gelar sarjana ilmu komunikasi, bulan dimana akhirnya Maharani lulus dari kampus biru, bulan dimana akhirnya seorang Maharani akhirnya di wisuda. Selebrasi sidang yang haru sekali, teman-teman yang hadir ikut merayakan dan kasih bunga juga hadiah, di momen wisuda pun sama. Finally i got my bachelor degree! Cerita selengkapnya sepanjang bulan ini bisa dibaca di postingan August 2016. Hahaha apalagi ya? Cerita jelasnya sudah ada di postingan itu, pada intinya akhirnyaaaa seorang Maharani bisa lulus dengan gelar sarjana dan cumlaude. Alhamdulillah. We're officially graduated.

September.
Bisa nonton lagi gigsnya Hollywood Nobody dan didadahin kak iru dari jauh, kayaknya saking hafalnya sama diriku mereka pun bosan lihatnya aku lagi berdiri paling depan. Hahahahaha.

Terus vakansi yang super singkat akhirnya terealisasikan, jadi hari sebelumnya ketemu Ajeng, Erida, dan Putra untuk memberikan kado wisudaku, lalu makan bareng dan nonton bareng eh terus sehabis itu nyeletuk kita piknik yuk, taunya besoknya langsung berangkat ke Ranca Upas dengan perbekalan makanan yang seabrek kek buat se-rt dan hunting foto yang banyak banget. Kangen, yuk taun ini harus ada vakansi lagi!

Terus vakansi ke dufan juga sama geng ccz yang loba harkosss! Hoiyaaaa di bulan ini pun Maharani hamdallah diterima kerja di suatu tempat yang enggak wah-wah banget tapi nggak apa-apa yang penting sekarang punya uang sendiri :)))

Oktober.
Apa ya di bulan ini? Satu bulan bekerja di kantorku dan kengutrukan all day long..

November.
Sidangnya teman-teman segengku dan ulang tahunnya Rizki! Jadi dikarenakan susahnya izin di kantorku ini, untuk datang ke sidang teman-teman segengku alasannya adalah mau ke kampus untuk urus revisi padahal ya ketemu dosennya aja cuma 1 :(

Lalu, di bulan November ada ulang tahunnya Rizki yang membuat aku harus jauh-jauh dari Kopo ke Samoja sepulang kerja demi kasih surprise hahahaha. Jadi dari sebulan sebelumnya sudah siapkan kado yaitu bikinin scrapbook isi ucapan ulang tahun dan belikan sweater. Dari jauh-jauh hari sudah kongkalingkong sama teman-temannya Rizki dan hamdallah yang dikasih surprisenya kaget dan senang hehehe.

Terus di bulan ini bisa ketemu lagi sama Fitria ade-adean dari jaman SMP, dari pernah berantem, baikan, berantem dan baikan lagi gara-gara cowo doang wkwkwk.

Desember.
Desember apa ya? Sedih akhir tahunnya karena kena musibah yaitu handphoneku hilang, jatuh dan di ambil orang tapi alhamdulillah selalu ada rezeki untuk gantinya.. terimakasih ya Allah..

Secuil cerita dari 2016 yang sesungguhnya benar-benar di luar ekspektasi, bahagianya, sedihnya, dramanya, air matanya, segalanyaaaaaaaaaaaaaaa bangeeeeet 2016 tuh. Alhamdulillah masih dikasih banyak kebahagiaan, rezeki, teman-teman yang baik dan lingkungan yang baik, semoga di 2017 bisa jadi lebih baik lagi, hampir semua resolusiku diberi tanda checklist. Tahun ini buat resolusi apa ya? Mari kita mulai buat resolusi agar tahun 2017 ini punya acuan hehehe. Postingan ini nggak sepanjang postingan tahun lalu, Maharani kurang produktif sekali menulisnya.. semoga ini bisa jadi resolusi di tahun 2017.
1. Lebih produktif menulis.
2. Mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
3. Tambah gendut :(
4. Intensitas dan kualitas ibadahnya di tingkatkan.
5. Selalu bisa membahagiakan orang tua dan orang-orang di sekitar.
6. Didekatkan selalu dengan orang-orang baik. Aamiin.

Akhir kata, singkat cerita, sekianlah cerita Maharani sepanjang tahun 2016 yang bisa dirangkum, nggak terlalu beragam cerita karena hanya melakukan hal yang sama dalam waktu cukup lama yang endingnya jadi rutinitas.
Well, cheers for 2017! Semoga kebahagiaan selalu menghampiri..

Sabtu, 17 Desember 2016

Mencari Pundi-Pundi Rupiah vs Jauh dari Dunia Luar

Helloooooo blogwalker.
Ini dia maharani si kurang produktif menulis blog akhir-akhir ini.
Kok judul postingannya begitu banget ya? Yaaaaa begitu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman saya saat ini. Bermanfaat atau engga ya boleh lah dibaca dulu. Hehehehe.
Sejak dinyatakan lulus sebagai sarjana pada tanggal 8 Agustus, hamdallah kurang lebih satu bulan kemudian Maharani sudah dapat pekerjaan yang alhamdulillah penghasilannya sih masih cukup untuk membiayai diri sendiri dan ngasih ke orang tua. Sedikitnya setelah lulus saya nggak lagi minta uang jajan sama mama karena sempat mikir kalau menganggur lama-lama malu juga kalau masih minta uang ke orang tua.
Pasti terlalu muluk-muluk jika setelah lulus ingin lekas kerja dengan posisi enak. Sulit. Ya ini dunia sesungguhnya yang harus di jalani. Survive.
Pekerjaan saya saat ini sebagai Online Marketing, yang notabene kerjaannya kayak ngurus online shop sendiri selama ini, bedanya ini adalah produk punya orang lain. Bedanya lagi ini busana muslim. Bedanya lagi ini ada targetnya.
Gajinya memang tidak besar, tapi ya cukup untuk diri sendiri dan ngasih uang jajan ke adeku setiap bulan serta jajanin mama juga. Sebagai yang belum menikah, gaji segini mah kata mama cukup-cukup aja buat biaya sehari-hari kalau udah menikah mah nggak cukup.
Gajinya memang nggak gede-gede amat, makanya saya kerja di dua tempat dan yang satu bisa mobile yaitu sebagai admin line@ di olshop temen. Ya alhamdulillah menambah pundi-pundi rupiah hehehe. Cuma ternyata demi pundi-pundi rupiah itu ada yang harus dikorbankan yang mana itu adalah waktu luangku, dari 7 hari dalam seminggu saya hanya punya hari minggu untuk pergi main bertemu teman-teman atau main sama pacar, atau mungkin main dengan siapa pun yang tentu saja nggak bisa dilakukan di hari-hari biasa karena saya bekerja dari hari senin-sabtu pukul 8-5sore :")
Capek ya capek, sedih ya sedih, inginya seminggu libur dua kali, sekarang ketemu temen-temen susah, ingin ngegigs susah, mau menjalakan hobi susah, kayaknya my whole life only for working gitu... sampe rumah kadang capek dan selalu tidur cepet dibawah jam 10. Rutinitasnya gitu-gitu aja kadang bosaaaaan.
Ya begitu, sesuai dengan judul, demi mencari pundi-pundi rupiah maharani harus rela jauh dari dunia luar, lihat teman-teman cuma dari medsos, kalau ingin kumpul harus dijadwalkan, merelakan tidak menyaksikan gigs dengan musisi favorit karena keterbatasan waktu dan juga diri ini yang cepat lelah. Jauh dari dunia luar kayak terisolasi banget, pertama karena tempat kerjaku jauh dan berada di kabupaten, dari rumah saja 12km, naik motor 30 menit, naik angkot bisa sejam. Kedua, waktu yang tersita di kantor seharian penuh. Ketiga, libur yang cuma satu minggu sekali. Jadi intinya kini hari-hariku kerja teruuuuuuussssssssssssssssss. Mau libur aja susah apalagi cuti. Ingin liburan sejenak, nggak liburan pun ya ingin ngegigs hehehe rindu.
Kayaknya lebih menyenangkan jadi mahasiswa lagi daripada jadi pekerja, tapi enggak bisa. Ini pun bersyukur dari sejak lulus dan wisuda nggak lama banget dapet kerjanya, semoga segera menemukan gantinya di tempat kerja yang lebih baik, semoga ada rezekinya dari Allah untuk kerja di tempat yang lebih layak hehehe aamiin..

Minggu, 11 September 2016

August 2016

Hello blogwalker!
Postingan ini akan cukup panjang, jadi pastikan kamu siap membaca tulisan ini ya.
Di tengah kegabutan setelah lulus kuliah dan belum ada niat untuk mengerjakan revisian, maka dari itu postingan hari ini mau menceritkan mengenai sepanjang bulan Agustus yang sangat unpredictable untuk Maharani. Di bulan ini Maharani melalui 2 macam sidang yaitu sidang komprehensif dan sidang akhir skripsi yang mana menjadi penentuan apakah saya lulus menjadi seorang sarjana atau tidak. Kalau ditanya oleh orang lain bagaimana rasanya mau menghadapi sidang? Saya cuma bisa jawab, resah. Setiap malam deg-degan, bangun tidur keingetnya skripsi dan sidang, kebayang-bayang terus di kepala, tidurku tak nyenyak. Sering banget sampai terbawa mimpi dan bangun-bangun mandi keringat. Hahahahahaha.
Dari mulai sidang Usulan Penelitian pada bulan April, sidang pertama yang juga bikin deg-degan, mau dibilang kata orang itu santai dan nggak bikin tegang tapi tetep aja dari semalamnya sudah tegang dan gemetaran. Mana Maharani kalo tegang dan deg-degan suka mual, makanya sepanjang tegang itu terus-terusan mual. Hari H sidang Usulan Penelitian dilalui dengan lancar dan yaaaaaa memang cuma bikin "Oh, gini doang?".
Sidang kedua adalah sidang Komprehensif yang paling bikin deg-degan dibanding semuamuanya.. Sidang yang materi ujinya itu adalah materi dari semester satu sampai semester tujuh yang udah lupa-lupa lagi dan modul pun tebel banget. Persiapan menuju sidang Komprehenif baru dari h-2 minggu belajar di rumah dan h-1 minggu belajar di kampus dengan kelompok belajar dadakan ala-ala dengan ketua kelompoknya Andri si super cerdas. Hahahahaha. Jadi, saya, Rasta, sama Fanny tugasnya menyimak Andri yang menjelaskan materi. Belajar sudah, baca-baca buku sudah, mengafal sudah, paham juga sudah lumayan, tapi rasanya tegang banget karena nggak kebayang akan dapat penguji seperti apa dan pertanyaan apa yang akan ditanyakan. Hari-hari sebelumnya masih santai banget, sampai akhirnya keluarlah jadwal yang dikirim di grup dan kebagian hari pertama sidang tanggal 1 Agustus, langsung deg-degan, mules banget dan mual. Tegang. Ya sudah cuma bisa berdoa, usahanya kan sudah.

1 Agustus 2016.
Pergi bareng sama Fanny ke kampus, beruntunglah barengan terus sama Fanny dari jaman sidang UP sampai sidang skripsi. Janjian pergi bareng ke kampus, sampe kampus tambah tegang. Pembukaan sidang oleh pak dekan dan tambah tegang. Setelah itu menunggu giliran dan setelah menerka-nerka akhirnya tahu dapat penguji siapa saja. Pertama dipanggil oleh dosen yang super baik, tapi pas masuk tegang dan gemeteran, lama-lama karena bapaknya baik eh nggak kerasa 10 menit selesai begitu saja. Cuma disuruh menggambar model komunikasi dan ditanya pengertian, sisanya malah diskusi dan malah dikasih tahu bapaknya. Yang kedua ini agak zonk, stuck di ruang sidang selama hampir 30 menit. Dikasih pertanyaan yang diluar ekspektasi, yaaaa memang sih masih dalam konteks komunikasi, cuma nggak mengira akan ditanya sampai se detail itu karena saya cuma belajar yang umumnya saja. Nggak bisa jawab beberapa pertanyaan, ketika bisa jawab eh di balikin lagi sama bapaknya... temen-temen yang kata saya mereka pintar aja pas keluar ruang sidang mukanya pucet dan cemberut, di dalam ruangan nahan kesel sampai ke ubun-ubun hwahahahahaha. Penguji ketiga juga agak zonk, ketika ditanya beliau bilangnya pertanyaannya sederhana tapi tetep aja saya agak bingung jawabnya.. Akhirnya ketegangan hari itu berlalu dan hamdallah lulus setelah nunggu cukup lama. Selanjutnya adalah sidang skripsi di minggu berikutnya.

Sehabis yudisium sidang Komprehensif bersama Fanny dan Rasta
Foto bareng Fanny sehabis foto untuk ijazah di lab Fotografi
8 Agustus 2016.
Lagi, di hari ini berangkat bareng sama Fanny. Hari ini perbekalan banyak sekali, dari mulai skripsi, catatan, laptop, dan bawa heels, wuah udah kayak mau mudik bawannya berat banget pokoknya. Hari ini entah mengapa begitu santai, tidak setegang waktu sidang Komprehensif yaaaa walaupun ujung-ujungnya tegang sampai mual juga. Kebetulan sekali hari itu sudah hujan sedari subuh, dingin, dan pagi itu masih gelap, suasana jadi agak gloomy. Kok rasanya sesuai banget gitu agak dramatis hahahaha. Dari jauh-jauh hari sudah line teman-teman dan sahabat buat minta doanya supaya dilancarin dan dipermudah, sampai akhirnya hari ini pun tiba. Masuk ruangan untuk pembukaan sidang dan lihat jadwal jam sidang beserta pengujinya, merasa agak lega karena kayaknya pengujinya nggak susah dan kebagian di ruangan yang jauh dari orang-orang. Iya, jadi saat itu ruang sidang seharusnya di lantai 3 ruang perkuliahan, tapi kloter saya kebagian di fakultas.

Seingat saya, saya waktu itu dapat giliran keempat untuk diuji oleh dua penguji, yaitu satu dosen penguji dan satu dosen pembimbing saya sendiri, karena dua dosen yang lainnya baru datang siang hari yang menyebabkan kami semua harus diuji seperti sidang Komprehensif, diuji dalam bentuk tanya jawab satu orang-satu orang. Penguji pertama berjalan lancar, menunggu penguji selanjutnya yang baru datang siang hari, kami sudah lapar, gabut, bosan, tidak karuan dan belum merasa lega. Pukul 11 siang salah satu dosen penguji datang, namun terpotong oleh istirahar jadi ditunda terlebih dahulu. Sementara kami semua menunggu, teman-teman yang diuji di lantai 3 sudah mundar-mandir ke fakultas karena hampir sebagian besar telah selesai diuji sementara kloter saya sama sekali separuhnya pun belum. Yang membuat lama adalah salah satu dosen penguji yang menguji dengan rentang waktu 30-40 menit per-orang dan itu cukup memakan waktu, sementara dosen penguji yang satunya baru datang sekitar pukul 1 siang. Saking lamanya kloter kami saat diuji, teman-teman dan bahkan dosen pun berkali-kali bertanya "udah beres belum sih?" jangankan mereka, kami saja yang diuji sudah ingin lekas selesaaaaai. Sampai akhirnya semua selesai di uji sekitar pukul 4 sore, sementara yang di lantai 3 telah selesai sejak pukul 3 sore. Setelah selesai diuji, kami semua pergi ke lantai 3 untuk menunggu yudisium. 

Sehabis bete dan bosan menunggu lama, di lantai 3 bertemu teman-teman untuk mengobrol dan ketawa-ketawa sambil gosip dikit, tapi tetap saja nggak berhasil nutupin rasa deg-degan dan tegang kepikiran hasil sidang. Lulus apa nggak, lulus apa nggak, tangan dingin dan deg-degan. Sekitar jam 4.45 kami semua disuruh masuk ke ruangan untuk yudisium, Jadi hari itu urutan saya ada di 10 orang terakhir di urutan bawah dan saat yudisium otomatis dibacakan di urutan cukup akhir, tegangnya nggak tanggung-tanggung. Masuk ruangan mulai mual lagi karena tegang ditambah lihat Wira yang nggak berhenti nangis karena tegang, sepanjang yudisium cuma bisa pegang tangan yang erat sama Resti sambil terus peluk Resti. Di dua kali sidang, dua-duanya pegangan tangan sama Resti saking tegangnya. Sampe akhirnya giliran Resti dinyatakan lulus, aaaaaah udah lega dan masih dalam posisi saling meluk, pas giliran nama saya yang dibacakan aaaaaah lemas, alhamdulillah akhirnya lulus dan langsung meneteskan air mata. Terharu. Meluk Resti sampai agak lama, akhirnya ya Allah sore itu Maharani lulus juga. Habis itu sidang ditutup dan diberikan selamat oleh bapak Dekan beserta wakilnya. Habis itu saling nyelamatin satu sama lain, pelukan dan sambil nangis-nangis. Sesungguhnya memang drama, tapi terharu bangeeeeeet sumpah, campur aduk, senang, sedih, lega, terharu, bangga dan aaaaah segalanya. Pelukan sama teman-teman seperjuangan satu-persatu yang bikin air mata terus ngalir. Dari lantai 3 turun ke bawah barengan temen-temen, taunya dibawah setiap ketemu temen-temen dan junior yang ngasih selamat nggak tahan terharu bangeeeeeeeeet, nangis lagi. Setiap di ucapin selamat akhirnya lulus, saya nangis lagi. Hahahahahaha dramaaaa bangeeeet tapi serius itu terharu banget dan super membahagiakan, seharian itu resah akhirnya terbayar sudah, air matanya air mata bahagia.

Turun dari tangga batu sambil masih berlinang air mata, ternyata di bawah sana sudah ada pacar dan sahabat-sahabat yang nungguin sambil bawain bunga. Aaaaaaa makin menjadi haru dan bahagianya melihat mereka hadir dan ikut merayakan, saking bahagianya sampai refleks lihat ada Pasa yang udah lama nggak ketemu dan malah Pasa orang pertama yang dipeluk saat itu, bukannya pacar sendiri. Hahahahahahahaha maafkan, Rizki. Saking excited nya lihat sahabat yang satu itu malah dia yang dipeluk duluan. Terus satu persatu dipeluk dan nangis lagi-nangis lagi, dibawain bunga, seneng bangeeeet, terus udah ngode minta dibawain kentang goreng eh dibawain juga sama Ajeng, memang sahabat terbaik. Sore itu, Maharani Fitri Lestari Nurnia resmi menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. 8 Agustus 2016 adalah salah satu momen membahagiakan di tahun ini yang tidak dapat dilupakan. Terimakasih banyak pacar dan sahabat-sahabat yang sudah meluangkan waktunya ikut berbahagia merayakan kelulusan Maharani. I'm really happy and super excited! Bersyukur sekali akhirnya bisa lulus di tahun ini, setelah pada awalnya sempat merasa pesimis bisa ikut sidang bulan Agustus dan akhirnya bertekad nggak boleh sampe nambah semester dan harus bayar ini itu lagi, kebut kerjain bab 4 selama dua minggu, revisi 2 hari dan akhirnya acc untuk sidang. Alhamdulillah ya Allah, saya percaya bahwa selalu ada jalan jika kita mau berusaha. Segala perjuangan, pusingnya, kacaunya, bergadangnya, nggak bisa tidurnya, bolak-balik kesana-kesininya, galau narasumbernya, dan segala kesedihan lainnya akhirnya terbayar sudah dengan kelulusan ini. Masih nggak percaya akhirnya Maharani lulus juga dengan waktu 3 tahun 11 bulan, sempet tegang karena ketika orang-orang sudah daftar judul skripsi bahkan saya dan Danira masih Job Trainning tapi akhirnya saya bisa sampai di tahap ini. Alhamdulillah lagi, Alhamdulillah terus. Terimakasih ya Allah.

Omongan itu doa! Percaya deh, hal itu terjadi sepanjang tahun ini, dan ya Allah saya beryukur sekali satu persatu harapan dan doa itu bisa terkabul di tahun ini. Sepele, tapi membahagiakan. Tahun lalu waktu ke wisuda senior di kampus di bulan yang sama, saya menuliskan caption "semoga saya bisa menyusul di tahun depan di bulan yang sama" dan Alhamdulillah hal ini terealisasikan.. Lalu, di tahun lalu saya pernah menulis resolusi kalau tahun ini semoga punya pacar setelah 5 tahun menjomblo dan Alhamdulillah lagi tercapai hehehe dan satu lagi, saya pernah ngomong dalam hati kalau tahun ini harus bisa ganti handphone sebelum sidang skripsi dan entah bagaimana rencana dari Allah akhirnya hal tersebut terealisasikan juga, jadi saya percaya kalau omongan itu doa, masih banyak yang lainnya, tapi kiranya itu cukup menggambarkan sebagian dari seluruh harapan yang akhirnya terealisasikan di tahun ini. 

8 Agustus 2016
Terimakasih untuk selempang, bunga, hadiah dan balonnya..
Officially, Maharani Fitri Lestari Nurnia, S.Ikom

Dibalik kebahagiaan itu, ada orang-orang yang punya peran penting di kehidupan Maharani setelah tentu saja orang tua, mereka adalah sahabat-sahabat sedari jaman SMP dan kuliah yang mengisi hari-harinya Maharani.

Tiara Ajeng Sartika! Sahabat selama 9 tahun!
Ajeng, yang nyempetin hadir hari itu bawain bunga dan French Fries kesukaannya Maharani. My unbiologically sister. Sekelas 2 tahun jaman SMP, sahabat tempat curhat, tempat ngutruk, partner gigs selamanya, partner kulineran, partner makan durian, partner pecicilan, partner lari pagi, partner gibah, dan segalanya dari jaman jahiliyah masih alay punya akun ym masih ciibeheldenth sampai sekarang kita sama-sama sudah hijrah mengenakan jilbab, yang tahu segala kealayan dan aibnya Maharani, cerita kehidupan dan kisah cintanya segalanya Ajeng tahu sampe saat ini. Alhamdulillah, terimakasih banyak Ajeng sudah meluangkan waktunya untuk hadir dan selalu ada di moment-moment membahagiakan di hidup aku. Terimakasih sudah menemani sehabis sidang sampe bantuin bawain skripsi Maharani. Aaaaaaaa! I love you to the moon and back!

Yang katanya Geng Tanpa Gosip :)
Sahabat-sahabat di kelas B jaman semester 1 dan 2, yang saya pun lupa bagaimana awalnya bisa barengan sama wanita-wanita yang kelakuannya barokah ini :) kayaknya sih berawal dari sering sekelompok kalau ada tugas di kelas dan kemana-mana sering bareng sampai detik ini Alhamdulillah masih sahabatan sama eceu-eceu rempong ini. Terimakasih sudah selalu menjadi pendengar dari mulai masuk di kampus biru ini, berbagi cerita perkuliahan, tempat berkeluh kesah dan wanita-wanita yang nggak pernah lupa mengingatkan Maharani untuk move on. Hehehehe. Semoga sahabatannya langgeng terus sampai tua nanti, aamiin. I love you, Ca, Liv, Fan, Ta, Zah!


Kesayangan! Danira Bunga dan Pasa Wardani!
Apa sih yang bisa saya lakuin kalau nggak ada dua manusia ini di kehidupan terberat saya saat kuliah? Apa sih yang bisa saya lakuin kalau nggak ada dua manusia ini disaat kegabutan di kampus melanda? Apa sih yang bisa saya lakuin kalau nggak ada dua manusia ini disaat pengen nangis banget karena orang-orang yang kadang nggak adil? Apa sih yang bisa saya lakuin kalau nggak ada dua manusia ini disaat saya pengen marah banget sama orang? Dua manusia ini yang selalu rela setiap malamnya direcoki oleh curhatan Maharani via chat dan telfon berjam-jam, dua manusia ini yang selalu siap mendengar keluh kesahnya Maharani. Walaupun di tengah perkuliahan sempat marah besar sama Pasa tapi akhirnya sadar nggak bisa jauh dari manusia satu ini. Danira Bunga a.k.a Ungo, si partner segala hal dari mulai kegabutan sampai kesibukan. Sedih banget rasanya mengingat janji kita berdua buat lulus bareng tahun ini nggak terealisasi, setelah sebelumnya apa-apa selalu bareng dari jaman KMMK, seminar, job trainning, daftar skripsi, bimbingan, sidang UP bareng tapi kita nggak jadi lulus bareng, tapi nggak apa-apa semoga Ungo dilancarin terus kerjain skripsinya, cepet beresin biar nggak harus ngasih duit terus buat UNISBA :') Pasa Wardani, manusia ter-pecicilan dan ter-loyal sama sahabat, yang anterin aku wawancara sama narasumber untuk skripsi, yang ter-rela menghabiskan pulsa untuk curhat dengan Maharani di tengah malam selama berjam-jam, yang selalu gabut bersama Maharani dan Danira di square menunggu jam kuliah, yang selalu mengingatkan Maharani untuk jangan mengeluh, yang selalu ngasih tahu Maharani buat jadi orang baik. Kalian berdua yang selalu ada di hampir tiap hari dari mulai urusan kepusingan himpunan sampai perkuliahan, bakal kangen bangeeeeet! Cepet beresin skripsinya sayang-sayangku, semoga dilancarkan dan diberikan kemudahan selalu. Doaku menyertai kalian, luv!!!!

Geng Mankom!
Geng yang bareng-bareng karena satu kelas di bidang kajian Manajemen Komunikasi. Cewe-cewe yang sebenernya udah saling kenal satu sama lain tapi deket karena sering bareng di kelas, ditambah Pasa satu. Hahahaha. Saya, Anisa dan Tsana itu teman satu kelompok saat ospek, lalu saya dan Danira kenal dari jaman di twitter tapi nggak pernah saling ngobrol satu sama lain sebelumnya, sedangkan saya dan Luthfi Faza ini kenal karena dulu P3M nya satu ruangan. Alhamdulillah merasa beruntung sekali dipertemukan dengan mereka ini yang karakternya nggak jauh beda, obrolannya nyambung, kesukaannya sama (kecuali saya yang sama sekali nggak minat dengan drama Korea), gibahnya paling juara, annoyingnya nomor 1 wah terbaik. Hahahaha. Terimakasih girls, terimakasih sudah mewarnai dunia perkuliahan saya selama beberapa tahun terakhir ini, terimakasih telah mengukir cerita yang menyenangkan, agak sedih menulis ini karena kita nggak punya lagi waktu buat kumpul berlima, tapi semoga nanti bisa sering-sering kumpul lagi ya. Terimakasih banyak selalu mendengar segala cerita, keluh kesah dan segala hal yang harus diceritakan. I do love u all!

Rizki!
Sosok lelaki yang datang di awal tahun ini, selalu ada di momen-momen krusial kehidupan saya di tahun ini. Begitulah, Tuhan selalu punya rencananya sendiri untuk mempertemukan setiap manusia, dan bertemu Rizki pun merupakan rencana Tuhan yang agak lucu. Hehehe. Yang dari awal sudah kena semprot pusingnya skripsi, yang dari awal ikut diribetin segala prosesnya, anter ngeprint sana-sini, beli tinta, beli ini itu. Terimakasih banyak, maafkan Maharani yang selalu merepotkan. Terimakasih sudah menyempatkan hadir di hari itu, pulang kerja, bawain bunga, hehehe, terimakasih, sayang.

9 Agustus 2016
Hari kedua sidang skripsi, hari berikutnya saya hanya datang untuk ikut selebrasi sama teman-teman dengan buru-buru naik gojek karena mereka keluar ruangan dan yudisium lebih cepat dari hari sebelumnya. Maharani si sok sok niat bikinin paper flower tapi malah bikin jadi telat hahahah. By the way, congrats for our unforgetable moment!

19 Agustus 2016 - Yudisium Fikom Unisba
Yudisium Fikom Unisba, alhamdulillah Maharani lulus dengan nilai cumlaude huehehe udah gitu duduk sebelah Anif pas yudisium, maaf salah fokus :))
Moment tersedih, terakhir kalinya sebagai mahasiswa Fikom kumpul bersama di Aula, dikasih bunga, piagam dan sebuah map berisi transkrip serta sertifikat. Habis prosesi yudisium kita makan-makan. Hahahaha inilah sebagian dari potret yang menggambarkan betapa menyenangkannya hari itu..


Geng belajar Kompre (?)
Yang ini..... hari pertama pengambilan toga untuk wisuda, kita ter-gercep ke kampus pagi-pagi lalu pergi ke studio foto untuk melakukan foto studio seperti di atas. Setelah selesai foto baru sadar kalau toga nya kebalik, kualat sih orang belum di sahkan sudah foto duluan, ditambah gaya fotonya nggak ada yang normal. Geng ini sesungguhnya terbentuk karena kita sebenarnya sudah sekelas sejak semester 3 di mata kuliah umum, dengan 3 gadis lainnya sudah sekelas semenjak semester 1. Kelompok belajar ini terbentuk karena 4 gadis ini butuh petuah untuk sidang Komprehensif dan ahlinya adalah Andriyana si ensiklopedi berjalan yang alhamdulillah membuat sidang Komprehensif kami sukses. Hahahaha si pintar, terimakasih bung Andri yang kini tak lagi pendiam karena sudah diracuni para gadis yang agak kurang sehat jiwa dan raganya ini.

Habis foto studio, lanjut fotobox, masih dengan posisi toga yang kebalik.
Capture by Zahra!
Graduation Day!!
Finally the day has come! Akhirnya ada juga di titik dimana merasakan moment di wisuda di Unisba(?)
Sebelumnya memang sudah tahu euforianya seperti apa, ketika awalnya kakek dan nenek mau ikut rasanya nggak tega ngajak mereka ikut ke wisudaan berdesakan dan ya Tuhanku udah kayak orang lagi umroh, kelar wisuda mabrur deh kita. Mama dan Papa aja sampe kelelahan dan bingung saling mencari. Dari beberapa hari sebelumnya sudah hectic, padahal yang mau di wisudanya sih santai aja, Mama pesan masakan banyak sekali katanya untuk bekal, ade sibuk ingin tampil gaya, papa sibuk merecoki. Hahahaha. Duh tapi moment gini kan sekali seumur hidup ya.. H-berapa hari sudah siap baju dan apa yang akan dibawa hari H nantinya, pakai baju yang mana dan akan bawa apa saja. Sudah booking foto keluarga dari jauh-jauh hari, sengaja pilih foto pagi-pagi karena supaya masih fresh dan memang giliran wisudanya siang. Pagi-pagi hectic, sudah dijemput untuk ke Papyrus, taunya di Papyrus ketemu banyak sekali teman-teman yang juga foto studio. Sampai di Papyrus, konfirmasi, menunggu giliran, dan foto. Sehabis foto keluarga, Rizki dateng buat foto juga sama saya, tapi karena doski datang terlambat, kami fotobox saja dan tak sempat foto studio, sehabis itu pilih foto yang akan dicetak nantinya. Dan tadaaaaa ini dia hasil fotonya....

Full Team! Hahahaha!
Full Team! (2)
Maharani edisi bertoga.
Maharani dan Aldyan yang rambutnya tak lagi gondrong.
Maharani bersama Papah Engkus dan Mamah Sri.
Sehabis foto, dengan terburu-buru melucur ke Unpas mengantar Aldyan mengurusi ospek yang niat awalnya mau biarkan dia sendiri taunya jadi diantar sekeluarga dan endingnya tetap ditinggal karena lama. Habis dari Unpas lalu ke Tubagus untuk numpang makan bekal karena kami lapar dan wisuda pasti lama, terus nggak dapat makanan berat. Wisuda dimulai jam 13.30 dan jam 1 baru otw dari Tubagus, iya sih deket tapi ketika orang-orang ngeline kejebak macet dimana-mana dan itu hari Sabtu, makin bete. Telat. Baru sampe kampus jam setengah 3 berikut itu pun jalan kaki dari Wastukencana dengan pake heels dan jalan yang nanjak (nggak apa-apa Maharani nggak capek). Jalanan hari itu bener-bener bikin ingin menggerutu selamanya, terkutuk:(
Selain jalanan yang macet, padat, dan jalanan mendadak ditutup di berbagai ruas, putar jalan sana sini tetap terjebak macet yang super duper stuckkkkk. Sesampainya di kampus langsung ditunjukin di tempat duduk, handphone lowbatt, bosan sekali di dalam aula dan cuma bisa ngobrol sama Zahra, kok ngakak sekali wisuda Maharani ini bertubi-tubi zonknya. HAHAHAHA. Di tengah handphone lowbatt ternyata teman-teman yang sudah datang nyariin tapi handphone udah 8% dan dipakai untuk telfon nyari papa dan akhirnya ketemu di depan ATM HAHAHAHA ya Allah kenapa sih wisuda tuh:))
Sehabis ketemu Mama dan Papa, ketemu Danira dan yang lainnya, akhirnya jadi meeting point lah disitu, datanglah teman-teman satu-persatu membawakan bunga sembari menggerutu "naha sih wisuda na meni didieu? heurin, aing hese parkir, meunang parkir jauh pisan" iya setiap orang yang menghampiri hampir semuanya menggerutu kenapa susah parkir:(
Senang sekaliiiiii ketemu teman-teman yang diundang hadir akhirnya menyempatkan hadir ke wisudanya Maharani untuk ikut merayakan.. Teman-teman SMP, Erida, Akmal, Fitri, Ita. Teman-teman SMA, Risang, Dita, Sarah, Milla. Marcomm Squad, Ahmad, Pipeh dan Deninna. Girlssss, Ungo, Tsana, Ica, Ubel, Aliv, Tantia, Kesya, Ovi dan Hanie. Si pacarku yang hujan-hujanan dan berdesakan, hahaha terimakasih Rizkinyah! 
Terimakasih banyak untuk semua yang sudah meluangkan waktunya dan menyempatkan hadir ke wisudanya Maharani, terimakasih sudah ikut merayakan harinya Maharani, membawakan bunga, membawakan hadiah, berdesalkan, jalan kaki jauh karena parkirnya jauh, yang ada di foto dan nggak ada di foto, jika ada kata lebih dari kata terimakasih, mau saya ucapkan untuk kalian semuanya. Terimakasih untuk waktu dan segala kebaikannya, semoga dibalas oleh Allah SWT. Aamiin. 

27 Agustus 2016. Terimakasih banyak, semuanya!

Luv!
Luv! (2)
Luv! (3)
Rizkinyah! Luv!

Akhir kata, berakhirlah cerita ini. 27 Agustus jadi hari yang cukup panjang dan melelahkaaaaaaan... Menyisakan badan pegal berhari-hari, apalagi kaki dan tanganku. Terimakasih untuk semua yang berperan dalam perjalanan ini. Me Love You All...



Much Love,



Maharani Fitri Lestari Nurnia, S.Ikom.

Senin, 29 Agustus 2016

July 2016

Hallo blogwalker!
Waaaaah sudah cukup lama blog ini hiatus, rindu sekali rasanya menulis disini hehehehe. Kini Maharani kembali menulis mencoba membagi cerita-cerita yang unpredictable di tahun ini. Mulai dari postingan ini akan menceritakan bagaimana keseruan yang di mulai dari bulan Juli!
Sesungguhnya tulisan-tulisan ini ampuh sekali sebagai sarana saya mengingat segala hal yang pernah terjadi, oleh sebab itu blog ini memang perlu dihidupkan kembali. (iya, kalo nggak banyak magernya)

Jadi..... Bulan Juli ini adalah bulan yang agak menegangkan, kenapa menegangkan? Karena sempat ragu akan bisa daftar sidang di bulan ini dan akhirnya terealisasikan sebagai kado ulang tahun terbaik di tahun ini. Bertepatan dengan bulan Ramadhan di mana banyak sekali ajakan buka puasa bersama dan biasanya saya yang jadi koordinatornya, karena fokus skripsi saya tolak dan ada beberapa yang nggak bisa saya hadiri sampai akhirnya saya pun bilang kalo skripsi saya sudah beres baru saya mau bantu survey dan ikutan buka puasa bersama. Tapi tetap, agenda wajib di setiap tahunnya yang nggak boleh terlewat adalah buka bersama IPA 3 dan Paskhara.

Selanjutnya cerita 2 Juli. Alhamdulillah akhirnya di bulan Juli tahun ini Maharani resmi menginjak usia 22 tahun dan sudah menjadi sarjana di tahun ini. Di bulan ini bersyukur sekali masih ada orang-orang tersayang yang menyempatkan waktunya buat kasih aku surprise. Orang pertama yang kasih surprise adalah Rizki, pacarku satu ini tetiba bawa kue yang super yummy ke rumah sambil jemput untuk pergi lagi. Kebetulan saat itu saya lagi demam + pms, tapi tiba-tiba lupa lagi sakit dikasih surprise sama pacar hehehehe. Walaupun sempat bete sama orang satu ini karena 15 menit mau ulang tahun eh doski malah ketiduran jadi nggak ngucapin duluan, ditungguin dan bener-bener ketiduran akakakakakak.
Thankyou, Rizki :)
Walaupun Rizki sebelum-sebelumnya sampe hari ulang tahun mendadak menyebalkan dan bikin pengen marah-marah terus dikarenakan faktor PMS dan lagi sakit tapi dikasih ginian sih saya luluh juga HAHAHAHA nggak jadi marahnya, mau bete tiba-tiba meluap jadinya malah malu sendiri dan senang sekali, bisa aja bikin senengnya. Sederhana sih tapi jadi orang pertama yang kasih surprise bikin seneng, akhirnya tahun ini bisa dapat surprise ulang tahun nggak cuma dari sahabat-sahabat aja, tapi dari pacar juga. Hehehehe. Walaupun cuma rayain dengan pergi makan bareng tapi kalo sama kamu sih aku seneng-seneng aja. Hehe. Terimakasih ki, sudah meluangkan waktunya untuk aku, terimakasih kuenya, semoga Allah membalasnya berkali-kali lipat, tidak hanya berbentuk rezeki materi tapi juga kebahagiaan buat kamu. Tetap jadi orang yang menyenangkan dan selalu jadi yang pertama untuk membahagiakan aku ya! Terimakasih, sayang :)


Thankyou, Ravianti dan Resti :)
Surprise di hari kedua, sumpah nggak kepikiran dua wanita shalehah ini bakal ingat dan kasih surprise untuk Maharani, kaget dan malu sampe senyum-senyum sendiri, seneng pula. Aaaaaaa terharu. Di hari gajian, makan enyak dan dikasih surprise, memang bentuk rezeki itu nggak hanya materi tapi teman-teman yang baik seperti mereka ini juga rezeki dari Allah. Terimakasih ukhti-ukhtiku yang shalehah sudah meluangkan waktu dan rezekinya, terimakasih kuenya. Me luv u! 

Thankyou, Ica, Tsana, Belinda, Oca, Citra, Nadya! :)
Yang ini sahabat-sahabat dari jaman ospek di kampus, di tahun keempat ini mereka nggak pernah absen untuk ikut merayakan hari ulang tahunnya Maharani. Bedanya di tahun ini bener-bener nggak di duga kalau bentuk surprise mereka akan seperti ini (ya orang namanya juga surprise, HAHAHA). Enggak serius ini kaget banget-banget, jadi tahun ini mereka udah bisa kongkalingkong sama pacar saya. Malam sebelumnya, saya lagi chat sama Rizki seperti biasanya dan tiba-tiba besok katanya diajak nemenin dia reuni dengan teman-temannya di sebuah cafe di Jalan Bahureksa.... dan saya pun hanya iya-iya saja dengan syarat nggak boleh dicuekin. Lalu sebelum pergi kebetulan hujan dan saat itu kita perginya sore sekali, dan saya lagi ingin banget makan ramen jadi bela-belain nggak makan dulu sebelum pergi. Sempat menunggu agak lama, ini kenapa temannya Rizki kok nggak datang-datang. Oiya sebelumnya saya udah janjian sama Ajeng juga buat ketemu di tempat yang sama, saya nyuruh Ajeng nyusul supaya saya ada temennya sembari Ajeng curhat. Ketika lagi dengerin Ajeng curhat dan saya udah agak bete kok lama amat temannya Rizki yang katanya udah di Supratman kok ke Bahureksa nggak nyampe-nyampe, eh datanglah mereka wanita-wanita yang hidupnya agak melenceng ini. Hahahahahaha. Sialan dibohongin bertubi-tubi sama pacar dan sahabat sendiri. Saya emang polos banget anaknya jadi apa-apa iya-iya aja. Tapi seneng bangeeeet hwahahahaa dibawain balon, kue, dan kado, walaupun dengan cara yang agak amoral. Lalu saya pulang bawa balon naik motor udah kayak Awkarin dan Gaga :')
Tapi............... TERIMAKASIH BANYAK GENGGGGGGGS. Terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk kasih surprise walaupun bikin bete dulu karena nunggu kalian lama banget, makasih kuenya dan kadonya dan balonnya yang udunannya dibayar di muka wakakakakakak. Makasih banyak girlsss semoga keganti yang lebih rezekinya ya, semoga tetep sahabatan sampe nanti udah tua!

Birthday Girl :))
Dan yang terakhir adalah foto di bawah ini, lagi-lagi Maharani di bohongin. Kali ini kongkalingkongnya sama adik, mama dan papa. Karena kalo kongkalingkongnya sama Rizki pasti saya curiga hahahaha. Jadi setelah sekian lama nggak pernah lari pagi bareng, Ajeng tetiba ngajak lari pagi bareng gitu hari Minggu pagi dan saya iyain aja, udah lama juga nggak lari pagi bareng hahahaha. Berangkatlah kami lari pagi bareng, jadi saat itu kondisinya Ajeng belum tau alasan gimana biar dia bisa ke rumah tanpa bikin saya curiga dan orang rumah sudah menyambut Putra dan Erida yang ternyata sudah ada di kamar bikin dekor ala-ala. Endingnya alasan Ajeng bisa ke rumah adalah alasan yang saya buat sendiri, jadi waktu Ajeng nyeletuk "pengen yang seger-seger nih, pengen rujak" terus saya bilang, I ya itu sih namanya mengundang huahahahaha. Akhirnya pulanglah kami, jadi orang rumah menyangka kami masih di jalan taunya sudah sampai rumah dan panik lah mereka huahahaha terus banyak keanehan waktu sampai di rumah. Dari mulai ini motor siapa yang parkir, itu sepatu siapa di kolong kursi, ini kenapa nyuguhin tamunya kok banyak makanan, ini kenapa mama udah prepar makanan banyak padahal tamu yang datang cuma Ajeng dan papa yang ditanya perihal itu motor siapa mendadak grogi dan malah nyuruh cepet ke atas, di atas ada hal aneh lagi..... kenapa tiba-tiba ada selimut nyangkut di jendela. Sambil menggerutu "apa-apaan ini" lalu buka pintu kamar dan ternyata sudah ada dua manusia yang membuat berantakan seisi kamar Maharani sambil teriak happy birthday Mahaaaaar! sudah ada semacam bunting flag, balon, kue lapis dan lilinnya serta kado yang dibungkus pakai poster tugasnya Putra. Emang cuma manusia-manusia ini sih yang kelakuannya bikin minta disenyumin aja, sahabatan dari jaman jahiliyah, sekarang umur udah pada 22tahun, eh Erida masih 21 sih, tapi kelakuannya masih aja kayak ABG labil baru kenal dunia. Kita sekarang sama kita 10 tahun yang lalu kok masih sama sih sintingnya? Hahahaha. Pokokya surprise di tahun ini bener-bener diluar ekspektasi semuanya, kesayangan-kesayangan aku yang rela lintas kota menuju kabupaten cuma buat kasih surprise Maharani. Kalau ada kata yang tingkatnya lebih dari sayang, aku kasih buat kalian. Terimakasih bannyak gengs, nggak pernah romantis sih, tapi aku sayang... Langgeng terus ya sahabatannya sampe nanti sukses bareng-bareng. Terimakasih sudah ada di hampir sebagian fase kehidupan Maharani, tetap bersama Maharani untuk menikmati fase kehidupan dan cerita-cerita di kehidupan selanjutnya ya!

Thankyou, Er, Put. Jeng!

Akhir kata, postingan ini berisikan ucapan terimakasih kepada sahabat-sahabat tersayang yang selalu setia ada di kehidupan Maharani. 

Tons of love,



Maharani.
 

Blog Template by BloggerCandy.com