Sabtu, 04 Januari 2014

Cerita tentang Bapak Ridwan Kamil

Di tulisan kali ini nampaknya melenceng dari semua tulisan yang pernah saya buat, nampaknya saya belum pernah menulis seperti ini. Mau cerita sedikit nih tentang Bapak Walikota Bandung, yaitu Bapak Ridwan Kamil. Hmmm saya sendiri sih bukan warga Kota Bandung, tepatnya saya warga Kabupaten Bandung, namun keseharian saya di habiskan di Kota Bandung. Kuliah dan semuanya. In my humble opinion, tulisan ini berdasarkan argumentasi pribadi saya, dan dilihat dari sudut pandang saya sendiri, sebagai seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi.
            Ini mengenai kejadian yang baru saja terjadi beberapa minggu lalu, bulan Desember ini. Ketika hujan deras yang mungguyur seluruh Bandung sepanjang hari. Hujan yang lebat membuat debit sungai menjadi naik dan mengakibatkan banjir hampir di setiap tempat. Khususnya di daerah rumah saya ini, sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Iya, di tempat tinggal saya, Dayeuhkolot, banjir sudah menjadi langganan dan menjadi permasalahan menahun yang tidak pernah menemukan jalan keluarnya. Sebenarnya jika kita mengeluh, itu semua salah kita sendiri yang selalu membuang sampah sembarangan. Tapi kesalahan tersebut tetap saja di ulangi hingga membuat akibat yang cukup fatal.
Tepatnya seminggu yang lalu, kalau saya tidak salah ingat, banjir yang menimpa Bandung Selatan membuat saya tidak bisa pergi untuk kuliah karena tidak ada kendaraan yang bisa melintas, angkutan umum tidak ada yang lewat dikarenakan banjir yang cukup tinggi, hingga setinggi lutut orang tua. Hujan lebat yang mengguyur Kota Bandung sepanjang hari pada hari Minggu mengakibatkan banjir di Bandung Selatan dan mengakibatkan ambrolnya aspal di Jalan Dr. Djunjunan atau yang lebih dikenal dengan Jalan Pasteur. Entah hujan sehebat apa malam itu sehingga menyebabkan aspal yang selebar satu meter itu pecah dari jalanan dan terangkat oleh air banjir hingga terbalik. Saat kejadian itu terjadi, kemacetan teramat panjang terjadi di Gerbang Tol Pasteur, entah sudah berapa ratus orang yang mengeluh atas kemacetan ini di twitter namun apa yang bisa dilakukan selain bersabar karena kemacetan yang terjadi memang seperti ini, kejadian aspal ambrol dan terbalik ini menyebabkan kemacetan yang sangat parah hingga larut malam.
Perkembangan Teknologi Komunikasi dan kemutakhiran teknologi saat ini membuat kita begitu dekat dengan banyak orang, Perkembangan Teknologi Komunikasi ini sukses memusnahkan jarak dan waktu yang dulu menjadi suatu masalah besar bagi banyak orang. Perkembangan Teknologi Komunikasi yang pesat ini pun berhasil mematahkan banyak teori Komunikasi yang sudah diciptakan sedari dulu. Yap, jadi intinya komunikasi yang dipermudah oleh teknologi berpengaruh besar saat ini. Apa hubungannya dengan kejadian di atas? Ada. Entah fenomena ini dimulai sejak kapan, tapi sejak saat itu dimulai banyak sekali masyarakat yang sudah berani menyuarakan aspirasinya.
Saat ini sedang booming, menyampaikan langsung keluhan pada seseorang melalui akun twitter. Katanya, sih, lebih intim. Katanya. Saat ini entah sudah berapa ratus ribu orang yang menyampaikan keluahannya melalui akun twitter, khususnya Bapak Ridwan Kamil ini, mungkin setiap jam ada ratusan atau mungkin ribuan mention yang masuk padanya untuk mengabarkan kondisi Kota Bandung saat ini, untuk mengeluh atau sekedar untuk menyapa sekali pun. Apa pun bisa semua orang sampaikan. Kita kaitkan dengan kejadian di atas, saat itu banyak sekali orang yang mengirimkan mention ke akun Bapak Ridwan Kamil mengenai ambrolnya aspal di jalan Pasteur, dan kalian tahu apa? Beliau langsung terjun ke lapangan, beliau langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Dan kalian tahu kejadian tersebut terjadi pada pukul berapa? Pukul 1 malam, dimana itu adalah waktunya bagi orang-orang untuk beristirahat namun beliau adalah orang yang amanah dan bertanggung jawab. Ini bukan kali pertama Bapak Ridwan Kamil terjun ke lapangan dalam setiap problematika yang ada di Kota Bandung. Bapak Ridwan Kamil ini memang sering sekali terjun ke lapangan dalam segala misinya, beliau selalu ikut serta dan tidak tinggal diam dengan segala masalah yang ada.
Saya salut, saya bangga, saya terharu dan entahlah saya sangat kagum dengan sosok Walikota Bandung yang satu ini, bayangkan saja, mana ada pejabat atau petinggi seperti beliau yang akan rela tengah malam hujan-hujanan untuk mengatur jalanan yang ketika itu macet panjang karena tidak ada petugas yang berjaga, beliau turun sendiri ke Jalan Pasteur untuk merubah arus lalu lintas demi mengurai kemacetan. Subhanallah, terkagum sekali. Saya hanya bisa mendoakan agar beliau selalu diberikan kesabaran, kekuatan, kesehatan, keselamatan, keamanan, kebahagiaan dan segalanya yang terbaik untuk memimpin kota ini, semoga beliau selalu diberikan ketabahan dan jangan menyerah untuk membuat kota tempatnya lahir menjadi tempat indah yang di mimpikan setiap orang. Belum tentu pejabat atau petinggi lain mau merelakan waktu istirahatnya demi kepentingan rakyatnya seperti Bapak Ridwan Kamil.
Saya berani meyakini bahwa cara yang dilakukan beliau murni dari hati dan tulus, tak ada unsur cari perhatian atau apa pun. Jika ada yang mencibir Bapak Ridwan Kamil, saya yakini kelak dia akan menyesal. Sebab apa, sebelum Bapak Ridwan Kamil menjadi Walikota Bandung, beliau memang sudah sering aktif dalam banyak hal, khususnya di bidang sosial dan lingkungan hidup. Karena beliau memang menginginkan perubahan bagi Kota tempatnya lahir ini. Berbagai macam masalah yang ada tentu bisa menemukan jalan keluarnya, jika kita yang membuat masalah tersebut, kita juga lah yang harus menemukan jalan keluarnya.
Kita bisa jika melakukannya bersama-sama, Bapak Ridwan Kamil ini aktif mengkampanye kan program-program nya melalui akun twitter pribadi miliknya, dengan cara ini lah beliau mengajak banyak orang untuk ikut serta dalam program nya, mengajak warga nya untuk ikut serta dalam perubahan, perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Jika para warga banyak meminta perubahan atas kota tempat tinggalnya ini, biarkan mereka pula yang ikut serta dalam programnya agar mereka tahu bagimana prosesnya dan tidak semudah yang mereka pikirkan.

Beberapa kali saya menjadikan Bapak Ridwan Kamil ini sebagai tokoh favorite untuk saya analisis dalam tugas-tugas saya, karena menurut saya beliau sudah memenuhi beberapa kriteria yang diharuskan dalam berkomunikasi. Ya mungkin cukup sekian sedikit argumen dari saya, jika ada waktu senggang akan saya tambahkan kembali tulisan ini. Terimakasih, dan selamat malam J

Rabu, 02 Oktober 2013

Day 6 : Selasa

Selasa
Mata kuliah Dasar Fotografi dan harus masuk jam setengah 7, semangat siiiiihhhhh!!! Telat dikit emang, tapi untungnya masih boleh masuk kelas dan disambut dengan teman-teman yang sakit jiwa nya udah kumat dari pagi-pagi. Jail, moyok, engga ada bosennya deh terserah aja hahahaha udah kebal juga di bully mereka mah, cukup dua kata aja “untung baturan”……….
Habis selesai kuliah dasar fotografi, kita gabut nunggu kelas yang jam 9.50, ke bank syariah dulu aku mau menabung lalu makan dan masuk kelas…. Mata kuliah Penulisan Kreatif, entah mengapa hari ini adalah hari ter-ngantuk yang pernah ada, belum masih ada matkul nanti siang yang entah mengapa bapak ini maternya kebut dan harus mencatat sangat banyak materi sampai tanganku ini sakit sekali jari-jarinya. Sebagian besar waktu jeda kuliah dipakai untuk kumpul dan ngobrol sama teman-teman, ketawa melepas penat dan ngobrol ngalor ngidul, selalu seperti itu. Ya meregangkan otak yang tegang hahahaha.

Sambil menunggu mata kuliah, aku ada kumpul divisi pubdok buat panitia Fikomfest. Tiba-tiba ada Zaelani dateng, ngobrol lah kita terus terjadi percakapan seperti ini :

Zaelani : Kumpul naon ieu eh har? Panitia Fikomfest?
Aku : Iya zaeeee, kamu panitia juga engga?
Zaelani : Oh henteu euy saya mah, didinya divisi naon ieu?
Aku : Pubdok zaeeee
Zaelani : Oh pubdok har, publikasi dan dorokdok?
Aku : Naha ai zae -_____-

Entah mengapa, lama bersama kelas B membuat tingkat kegilaan nya bertambah dan sepadan dengan orang-orang kurang waras yang sudah ada. Ih gemes deh.

Jam 12.20 tiba, masuk kelas yang ternyata dosennya pun untungnya nggak mau full 3 sks, udah ngantuk dan berniat mau skip.. tapi untung aku anak rajin. Hehe. Abaikan. Akhirnya kelas selesai jam 2 dan belum sholat dzuhur jadi buru-buru ke mesjid mengejar waktu, niatnya waktu masih panjang mau ke perpus merampungkan tugas untuk besok paginya tapi kita mager dan malah tidur-tiduran di mesjid sampai adzan ashar dan hujan cukup besar, kita sholat berjamaah dulu dan aku yang lagi lagi terserang rasa lapar…. Sambil cerita dan ngobrol-ngobrol ternyata hujannya reda, kita buru-buru caw ke kantin nyari makan, sambil ngobrol dan rumpiiii, lalu akhirnya masing-masing pulang. Rencana mau pulang cepet juga tetep aja akhirnya pulangnya sore lagi dan lagi… Fyuuuuh...


Day 5 : 30 September 2013

Hari ini udah paling random dan paling cape, rasanya setiap minggu ingin skip hari senin nya aja, kuliah dari pagi setengah 7 dan selesai jam 6 sore.. Setengah 7-jam 8 lewat 10 terus ada lagi jam setengah 1 hmmmmm nunggu lama hari ini diisi dengan nugas berikut bete banget sama sesuatu hal, ya gitu deeeeh... Hari ini hampir tepar karena udah tahu punya penyakit maag tapi bandel terus telat makan, alhasil seharian ini menahan sakit sampe kuliah beres.. Mata kuliah terakhir adalah Psikologi Komunikasi yang kuliahnya 3sks, lama sekali tapi udah pada lemes, hari ini kelas mendadak sendu dengan ceritanya Fissy tapi kembali ngakak dengan lawakannya Pak Hasbi.. Seru sih emang matkulnya cuma berhubung udah seharian cape bawaannya ingin cepet pulang aja deeeeh jadinya ngantuk, lesu, lemas *halah* berasa mata kuliah ini tuh lama bangeeeet dan materinya entah masuk atau tidak karena kondisi badan yang nggak karuan.. Hari ini jadinya 12 jam di luar rumah udah kayak anak kost aja ke rumah cuma transit.. Nyari cemilan untuk ganjel perut karena masuk angin kelaperan, keliling dengan Rasta nyari cemilan dan nebeng pulang bareng, sampe rumah tepar nggak mau ngapa-ngapain dan besoknaya dalah kuliah setengah 7 dong sob! Belum 1 bulan kuliah lhoooo semangat har!! Semester 3 masih panjang! Go fight win!

Day 4 : Cerita 14 September..

Whoaaaa setelah menunggu lama, terlalu banyak diberi harapan kosong oleh teman yang satu ini akhirnya kita jalan bareng lagi deh setelah terakhir waktu ketemu adalah jaman masih semester 1. Selama 2 hari berturut-turut deh ketemu sama orang satu ini hahahaha yap dia adalah Risang, teman semasa SMA dari sejak kelas 1. Karena temennya menyampaikan kata-kata aku bahwa dia itu harkos akhirnya dia dateng malem-malem cuma buat nyulik nyari makan dan ngobrol sampai larut malam, tiba-tiba sms sore hari “mahar nanti saya ke rumah jangan tanya saya kesana jam berapa” hahahaha tapi besoknya emang ketemu lagi siang-siang, kita pergi ke Ciwalk buat nonton rocket rockers di acaranya Net Festival, dan Risang menemani aku sampe malam buat gathering sama Street Millionaire Jakarta.
Kita berdua telat beberapa menit nonton Rocket Rockers-nya berhubung sebelum nyampe Ciwalk kita nyasar dulu ya jadi lama di jalan.. Aku sih sok sok lewat jalan tikus tapi nyasar, hhhhh orang Bandung di kota sendiri aja masih nyasar, tapi akhirnya nyampe koook walaupun cuma kebagian nonton Rocket Rockers nya beberapa lagu doang. Selesai nonton kita cari tempat makan daaaaan memutuskan untuk makan di kfc tapi... Penuh, susah banget mau cari tempat duduknya sampe akhirnya dapet tapi meja nya goyang.. Btw, ceritanya tuh ini janjian mau gathering jam 3 kan.. Selama di kfc aku menunggu seseorang yg menghubungi aku dengan segera tapi taunya engga ada :") aku tanya ka Basmal dan rombongannya dari Jakarta itu, mereka dimana sekarang dan mau janjian jam berapa? Dan mereka bilang baru sampe penginapan dan lagi pada tidur… okeeey aku dan Risang bisa dinobatkan sebagai kuncen Ciwalk saat itu :”)
Sambil nunggu orang-orang dateng, aku dan Risang nonton Pure Saturday yang mana band ini adalah band indie yang legend dari Bandung, satu-satunya lagu mereka yang paling aku hafal adalah lagu yang judulnya kosong. Kita berdiri paling depan, berdua, sebelah kita ibu-ibu dan bapak-bapak muda yang bawa anak-anaknya yang masih balita di gendongan mereka dan ikut bernyanyi lagu-lagu milik Pure Saturday, yang tua-tua aja hafal berarti band ini memeng legend sekali hihihi
Selesai nonton Pure Saturday, aku masih nyari rombongan orang yang harus aku temui… Mana nggak tau wajah mereka yang mana, Ciwalk luas lho, guys :___) tapi akhirnya ketemu deh, kenalan dulu… terus kitanya pergi nyari tempat lesehan di atas sambil nunggu yang belum nyampe, saat itu posisinya adalah hp aku mati dan gatau Rakka ada dimana, daritadi line tapi hp aku keburu mati dan nggak punya nomor hp nya, nggak tahu jodoh apa gimana, pas mau ke atas sebelum di eskalator ketemu Rakka…. Terimakasih ya Allah hahahahaha kan kalo nggak ketemu Rakka waktu itu gatau gimana jadinya dehhhhh, terus ketemu togun juga deeeh. Akhirnya kumpul diatas sambil nunggu ka Alif yang belum dateng, perjalanan dari Jatinangor ke Cihampelas memakan waktu 3 jam kalau weekend… omg.
Aku sih udah mati gaya, nggak tahu mau ngajak ngobrol apa, nggak ngerti deh… Yang cerewet dan bawel nyari obrolan adalah partner jalan aku, si Risang, so kenal doi mah, tapi biarin lah hahaha. Habis ngobrol lalu ngajak ke tempat makan, ya diajaklah mereka ke Madtari untuk memberitahu bahwa di Bandung ada Keju pake Mie, bukan Mie pake keju hihihi karena enggak ada angkot yang turun tepat di depannya jadi kami harus jalan kaki bareng-bareng. Tapi mereka, rombongan yang dari Jakarta selama di Bandung kemana-mana jalan kaki dari penginapannya, jagoan deh mereka. Aku mah mana sanggup deeeeh. Jalan kaki lewat kampus tercinta menuju Madtari yang ada di jalan RanggaGading, penuh di Madtarinya, biasa lah malam minggu sooob! Sampe disana kita pesen deh ya masing-masing, pada pesen Mie yang jumbo, padahal dia belum tahu penampakannya seperti apa… Pas dateng makanannya mereka melongo hahahahhaha beginilah, kalo mesti kasih tahu mereka makanan-makanan aneh lainnya yanga da di Bandung mah kebanyakan engga akan kesebut semuanya… dari mulai cireng, cimol, seblak, cilok dan yang aneh lainnya deh. Beres makan kita ngobrol-ngobrol dan para pria yang sibuk dengan rokoknya kecuali Rakka yang dari sejak SMP yang udah aku tahu dia emang enggak merokok. Kalo kata Risang sih “Rokok itu bisa mendekatkan dan mengakrabkan” iya tapi aku mah nggak suka sama baunya…
Waktu menunjukkan pukul 8, bukannya enggak mau lama-lama sama mereka tapinya aku udah pergi dari saing kan nggak enak dicariin orang rumah, mana Risang ngajak nyari flashdisk ke BEC karena dia ngilangin punya temennya, keliling dulu nyari flashdisk dengan sedikit insiden dan akhirnya dapet terus langsung dianterin ke rumah temennya Risang, aku juga kenal sih. Tapi pas dijalan mau ke rumah temennya itu, terjadilah drama menyebalkan yang dibuat oleh Risang dan (yang ternyata adalah) temannya. Gerung-gerung motor kayak orang ngajak berantem eh ternyata kenal… Apa bangettttt gitu yah, drama nya nggak behenti sampai sini, kelakuan Risang dan teman-temannya Cuma bisa bikinnn aku bilang “atulah”, ngga paham deh kelakuannya hahaha kelar segala urusan, Risang antar aku pulang dan mencoba menguatkan diri kalau besok lusa itu bukan senin dan kita belum mulai kuliah lagi, tapi sayangnya mau engga mau kita harus menjalaninya kembali.

Terimakasih untuk semuanya yang sudah berpartisipasi di hari Sabtu nya Maharani yang super random ini. Terimakasih rombongan Street Millionaire Jakarta yang super jagoan dan hebat. Terimakasih Ka Alif yang merelakan harinya dihabisakan di jalan karena macet. Terimakasih Rakka yang meluangkan waktunya untuk Street Millionaire Bandung sebagai admin yang baik dan kita emang entah terkena kutukan atau apa tiap mau Gather SM selalu aja hujan, Terimakasih juga Risang yang mau menemani sepanjang hari… Terimakasih semuanya, sampai bertemu di lain waktu!!! Jangan bosan untuk random bersama Maharani ;;)

Selasa, 01 Oktober 2013

Day 3 : Masih tentang semester 3

Masih cerita tentang semester 3.. Sedang merasakan masa dimana satu hari 24 jam itu tidaklah cukup untuk saat ini, rasanya terlalu singkat untuk saat ini… aaaaaaaak baru 2 minggu kuliah udah sempet tepar. Nggak asik banget, sob!
Senin aja kuliah sampai jam 6 lewat 10 sore, eh malem malahan, pulang ngampus gelap dan sudah malam gelap gulita. Rumah jauh, ngantuk dan alhasil semenjak kuliah lagi hobi saya tidur di angkot kembali sering dilakukan K habisnya cape dan lemes tanpa sadar suka tidur di angkot bahkan pernah sampe kelewat hahahaha =))
Belum kalo misalnya besoknya ada tugas, harus berlomba antara nahan kantuk dan tanggung jawab buat besok, pegolakan batin, jiwa dan raga *halah* habis rasanya tiap nyampe rumah inginnya langsung tidur tapi mana ada… Ibaratnya pulang jam 6 misalnya dari kampus jam setengah 7, terus nyampe rumah jam 8an lah. Cuci muka, cuci kaki, makan, sholat, dan lain-lain misalnya sampai jam setengah 9. Ngerjain tugas pun keburu tepar dan ketiduran, kalah mulu sama ngantuk, kalau pun akhirnya emang ngerjain tugas, tetep aja engga bisa lama-lama akrena besoknya adalah kuliah setengah 7 kembali….. bangun di pagi hari dengan wajah seperti zombie.
24 sks, senin-jumat, sampai sore, ikut kepanitiaan, menyibukkan diri… Well inilah kehidupan saya selama beberapa bulan ke depan, semoga bisa segera merasa nyaman dan menikmatinya. Semoga kesibukan-kesibukan ini membuat saya tidak dihinggapi oleh rasa-rasa dna hal-hal yang tidak penting. Semoga ini menjadi jalan agar otak ini melupakan hal-hal yang tidak penting. Semanghar! Semangat Mahar! Mari nugas lagi, anggap saj amalam ini bukan satu setengah jam lagi, malam ini masih panjang menuju esok hari! Yehaaaaaa~