Minggu, 24 Maret 2013

Ku-li-ah? Kuli-ah?


Udah lama nggak cerita ya? Iya.
Mau cerita banyak tapi rasanya nggak sempet terus, entah hal apa yang bikin saya sibuk (tepatnya sok-sok sibuk) sejauh ini sih jadwal kuliah yang gak beraturan yang bikin semua hal yang udah terencana jadi kacau, tidak lupa disertai dosen yang merubah jadwal semaunya. Semua hal dadakan itu udah jadi hal biasa ketika kamu jadi mahasiswa, face the reality.

Semenjak kuliah saya tahu kalo ada yang lebih harkos daripada cowok-cowok yang pernah saya kenal selama ini, yaitu seorang dosen atau mungkin beberapa dosen di kampus saya. Iya saya mengenal predikat itu di kampus saya, semenjak saya kuliah setidaknya saya tahu tentang itu. Nanti akan tahu bagaimana rasanya di harkosin bertubi-tubi ketika nunggu berjam-jam ga ada dosen, diundur jadwalnya, atau di batalin jadwalnya hmmmm.
Kalo waktu SMA rasanya ingin buru-buru kuliah, ingin dapet pengalaman baru, temen-temen baru dan juga lingkungan baru, but in the reality it's absolutely no in the first. Pada awalnya semua hal indah di jaman SMA bikin saya nggak bisa move on dan sangat kangen ingin balik lagi kesana, tiap-tiap bawaannya kangen temen-temen dan semua kenangannya juga rutinitasnya. Tapi realita berkata lain, ternyata saya harus tetep jalanin kehidupan saya di kampus baru saya ini. I need to face the reality. Ini namanya hidup yang bertolak belakang banget, mulai dari temen-temen..... ternyata di kampus baru ini nemu yang lebih gila dan sinting dari saya, tapi bersyukurlah mereka baik dan sejalan obrolannya. Lalu, pelajarannya alias mata kuliahnya! Ini pun beda banget sama waktu SMA dan kalian harus tahu kalo kuliah yang saya ambil ini murtad dari jurusan waktu SMA, dulu di SMA jurusannya eksak dan sekarang sosial, kalian harus tahu kalo ini bener-bener beda karena waktu SMA tau nya cuma ngitung dan ngitung, ngapalinnya cuma rumus dan rumus sementara sekarang cuma tulisan dan tulisan yang padahal itu tuh gampang dan juga cuma dikit tapi kadang godaan untuk mempelajarinya tuh astaghfirullah ga paham.
Semuanya segala beda. Lingkungan baru dan hidup baru, tapi lama-lama saya terbiasa dengan ini semua.
Sejauh ini saya sudah mengikuti peraturan yang ada walaupun ada berapa kali yang skip karena satu hal dan lainnya, tugas alhamdulillah ke kerjain dan nggak kelewat selagi mampu untuk dikerjain, semester 1 mana berani lah macem-macem. 2 bulan berlalu dan tiba lah masa dimana Ujian Tengah Semester perdana di kuliahan, bayar kuliah perdana dan UTS perdana coy! Rasanya... ya bisa ngisi sih semua matkul, cuma entah apa yang kurang ketika keisi semua tapi nilaƬnya zonk semua.. Merod gak? Iya. Sejauh ini masih belum paham dengan penilaian dosen, cuma yang saya tau memang benar jika jenis kelamin itu menentukan, kalo kamu cewek, buat salah satu dosen nilai B udah di tangan kalo kamu memenuhi peraturan. Sedangkan cowok-cowok hanya mengantungi nilai C atau bahkan D, dan kalo D artinya harus ngulang, oke ga paham sama dosen ini.
Singkat cerita perkuliahan berlanjut dan kemudian Ujian Akhir Semester alias UAS perdana!! Berhubung udah tambah akrab sama anak kelas jadi solidaritas ketika UAS pun mulai terjalin dan yeaaa you know what i mean, yes :))
Setelah UAS sukses dijalani, saatnya deg-deg ser nunggu nilai untuk IP perdana... rasanya sih emang belum maksimal, kuliah semester 1 ga ada geregetnya, kuliah cuma kupu-kupu dan kunang-kunang doang, tugas di kumpul tapi di kelas nggak aktif, nggak pernah nanya cuma stay cool di kelas, belajar terlalu woles dan semuanya terlalu woles.. Tapi bersyukur, nilainya tidak seburuk yang di bayangkan :))
Hingga detik ini, dua bulan setelah perkuliahan di semester 2, 2 nilai mata kuliah di semester 1 pun masih menjadi sebuah misteri. Gimana mau tahu IP 1 kalo nilai aja belum keluar. Galau, mantengin web online terus nilai nya nambah atau nggak, bulak-balik ke akademik di fakultas ngecek lembar per lembar dari 4 tumpukan nilai UAS 4 angkatan yang disatukan semua kelas, semua angkatan, semua jurusan, semua matktul, semua dosen, bahkan untuk tahu nilai pun harus berjuang sekeras ini. Anggap saja semester 1 ini sudah berlalu dengan sedikit cerah walaupun tak cemerlang, biarkan 2 nilai itu jadi misteri hingga tiba waktunya kelak, semester 1 yang kurang gereget itu biarlah berlalu.
Welcoming semester 2.
Entah harus bahagia apa gimana, ini minggu ke sekian kuliah dan bentar lagi udah mau uts? Dan semester 2 ini gak nyantai banget, selain sks nya yang nggak nyantai, dosen, tugas dan jadwalnya juga. Lalalala~
You know? 22sks dan banyak mata kuliah yang 3sks.
Rinciannya 1 sks = 50menit, 3sks.. 3x50menit = 150menit dan artinya 2 jam setengah hampir setiap mata kuliah 
Selamat membosan dan mati kutu, haaaa tugasnya bener-bener gak nyantai tapi ini tuh, mana semuanya sering deadline. Huft.
Semester 2, harus menghadapi pesantren yang duh males.... Tapi akhirnya enjoy aja untuk ngejalanin pesantren yang baru aja kelar kemarin-kemarin, nanti bakal ada postingan yang nyeritain tentang pesantren. Hahaha.
Kenapa di kampus saya ada pesantren? Karena kampus saya adalah kampus islam yang memasukkan pesantren ke mata kuliahnya dan resmi ada di krs.
Apalagi ya?
Sejauh ini sih yang saya rasa ya kuliah tuh emang invididualis, terkadang bahkan ada orang yang gak peduli orang lain lagi susah dan cuma mau mentingin kepentingan sendiri. Entahlah, walaupun saya rasa saya paham bahwa di kuliah kita harus berjuang sendiri dan semua orang itu individualis tapi tetep aja butuh temen dan jangan bertingkah aneh supaya ketika butuh temen mereka ada untuk kita.
Semester 2 akan galau masuk jurusan apa nantinya, saya sih pengennya Manajemen Komunikasi, cuma ya ntahlah, hobi nulis kayak gini nggak berarti wajib masuk jurnal kan? Orang-orang yang tahu hobi saya nulis seolah mendesak untuk masuk jurnalistik. Ah galau jurusannya di pending dulu sampe nanti kelas semester 2 dan tahu seperti apa setiap jurusan itu, sekarang tinggal persiapan untuk uts tanggal 1 april, aaaak mengapa begitu cepat?!
Tugas numpuk selalu, kuliah sampe sore, oh inilah mahasiswa. Bentar lagi mau punya junior, masuk jurusan dan jadi kakak tingkat. Oh saya akan terus bertambah dewasa....
Harapan saya dengan ini semua adalah agar selalu dilancarkan oleh Allah SWT dalam segala urusan perkuliahan hingga nanti sarjana, dapat memberikan rasa bangga bagi orang tua, bisa mendapatkan prestasi yang baik, lulus dengan memuaskan, semoga selalu diberi kekuatan-kesabaran-keikhlasan-kesanggupan dan lapang dada di setiap harinya untuk menghadapi segala hal yang terjadi dalam rangka pendidikan. Doa yang tidak pernah putus, semangat, harapan, niat, mimpi dan asa. Juga sebuah motivasi yang tidak boleh pudar, selalu ingat untuk siapa ini semua dilakukan dan jangan menyia-nyiakan ini semua karena saya beruntung dengan ini semua, belum tentu orang lain seperti saya dan juga jika saya menyia-nyiakan ini saya harus ingat ada orang tua yang susah payah demi memperjuangkan saya, lantas mengapa saya tidak?
Semoga Allah SWT senantiasa berpihak pada saya, amin ya Rabbal Alamin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here, Cheers! :)