Tampilkan postingan dengan label favorite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label favorite. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Gigs : White Shoes And The Couples Company at Eyegasmic 2012
















White Shoes And The Couples Company - Nona Sari at Eyegasmic 2012
Sasana Budaya Ganesha, 3rd November 2012
This Photos is Taken by : Tiara Ajeng Sartika
Edited by : Maharani Fitri L N

Gigs : Munchausen Trilemma at Satisfaction 2011





Munchausen Trilemma at Satisfaction, Saturday Is Fantastic Communication.
Bandung Islamic University, 14 July 2012.

This Photos is taken by : Tiara Ajeng Sartika 
Edited by : Maharani Fitri L N

Jumat, 06 Juli 2012

Review : Frau

Frau

Akhir-akhir ini saya sedang suka mendengarkan lagu-lagu dari Frau, terutama yang berjudul Mesin Penenun Hujan dan Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa. Berawal dari penasaran saya karena Frau ini sering berseliweran di website last fm dan kebetulan ada free downloadnya. Saya mencoba download dan mendengarkannya, lagu yang pertama saya dengar adalah Mesin Penenun Hujan. Lirik yang manis dan musik yang menyejukkan, iya itulah Frau. Kembali, saya jatuh hati pada musik indie. Entah apa, mungkin ketika saya mendengarkan lagu tersebut saya sedang merasakan hal yang sama, mungkin seolah terbawa ke dalamnya. Duaranya yang indah, menyejukkan hati cocok di dengar di malam hari, bisa sebagai lullaby atau pengantar untuk tidur..

Frau?
Sedikit aneh ketika mendengar namanya, ada band dengan nama seperti ini? Yang saya tahu Frau itu adalah bahasa Jerman yang artinya nyonya atau ibu, yang jelas panggilan untuk perempuan seperti miss atau mrs dalam bahasa inggris. Iya memang penyanyinya adalah seorang perempuan dengan nama Leilani Hermiasih Suyenaga. Adalah seorang permpuan yang berasal dari Yogyakarta, salah satu lagu yang berjudul Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa ditulis oleh Ugoran Prasad yang sekaligus vokalis Melancholic Bitch, lagu itu pun milik Melancholic Bitch dan dinyanyikan ulang bersama Ugoran Prasad bagi para penikmat Melancholic Bitch pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa karena memang lagu tersebut milik Melancholic Bitch namun kemudian dinyanyikan juga oleh Frau dengan ciri khas suaranya yang manis.

Leilani Hermiasih yang akrab dipanggil Lani, seorang yang handal dalam permainan piano dan sukses menggebrak dunia musik indie dengan kord-kord dari pianonya yang indah, lantunan pianonya berhasil menyulap dan menyihir setiap pendengarnya menjadi kagum dan menikmati apa yang dia mainkan. Menurut saya, jika menonton Frau tampil secara live, tidak disarankan untuk menonton sendirian apalagi ketika Faru membawakan lagu Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa, arti dan makna lagu tersebut jika dipahami memang sangat menyentuh dan membuat berangan-angan, lirik yang ditulis oleh Ugoran Prasad ini memang sukses membuat pendengarnya berkhayal mengenai isi lagu ini .

Isi bio di My Space nya mengatakan ".. adalah seorang perempuan muda yang suka bermain-main dengan Oskar, pianonya" dia menamakan pianonya Oskar. Dari Oskarlah musik-musik indah dan menakjubkan mengalun.

"Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi kibordis ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di segala cuaca dan suasana layaknya musik pop ampuh pada umumnya." - berasal dari http://yesnowave.com/yesno042/
Frau berada dibawah naungan Cakrawala Records dan CD nya di distribusikan oleh Demajors yang juga terdapat pemusik handal di dalamnya, frau memiliki satu album yaitu "Starlit Carousel" saya pernah lihat albumnya di salah satu toko cd yang ada di kota saya, bentuknya unik dibuat seperti buku, berwarna biru tua dengan tulisan Frau. Album tersebut rilis pada tanggal 11 Maret 2010. Ada satu situs yang menyediakan free download albumnya, namun tentu dengan kesepakatan dengan Frau tidak dengan ilegal nampaknya. Bagi yang ingin mencoba download bisa kunjungi http://yesnowave.com/yesno042/

Saya sangat menyukai semua lagu yang ada di album Starlit Carousel ini, menyenangkan sekali mendengar lagu mereka. Saya mengelompokkan Frau satu playlist bersama lagu-lagu Hollywood Nobody, Adhitia Sofyan, dan Payunt Teduh yang cocok didengarkan sore hari dengan secangkir teh dan biskuit atau di malam hari sebagai penenang dan penyejuk hati, juga sebagai pengantar tidur. After taste, manis musiknya, enak di kuping.

Ini albumnya :


Frau - Starlit Carousel

1. I'm A Sir
2. Mesin Penenun Hujan
3. Salahku, Sahabatku
4. Cat and Rat
5. Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta DI Luar Angkasa
6. Glow


Untuk mendengarkan lagunya tanpa harus di download bisa kunjungi Official Website Frau: http://frau.bandcamp.com/

Untuk info lebih lengkap tentang Frau bisa dikunjungi website lainnya

Selamat menikmati, enjoy!

Rabu, 20 Juni 2012

Review : Monkey To Millionaire - Man

Beberapa minggu yang lalu Monkey To Millionaire baru saja merilis single baru nya yang berjudul "MAN", mereka menyediakan link free download bagi semua yang ingin mendengarkan lagunya. Mereka memang sengaja menyediakannya untuk para Street Millionaire, panggilan bagi fans mereka. Bahkan Monkey To Millionaire sendiri yang memberi tahu fans nya kapan single mereka akan diluncurkan saat itu. Setelah cukup lama menunggu untuk album baru ternyata mereka memberikan warming up dengan meluncurkan single ini. Jarak dari album Lantai Merah hingga saat single ini diluncurkan memang cukup lama yaitu sekitar 3 tahun sehingga wajar jika para Street Millionaire benar-benar rindu akan karya baru dari mereka. Mereka mengatakan di twitter dan blog mereka bahwa album mereka akan dirilis akhir tahun ini atau awal tahun depan, tentu semua fans mereka tidak sabar menunggu agar albumnya segera rilis. Mereka pun menginfokan pada fansnya jauh hari sebelum single itu dikeluarkan, mereka memberi tahu bahwa mereka nanti akan mengeluarkan single baru. Mereka selalu menginfokan melalui twitter mereka.

Single ini rilis pada tanggal 5 juni 2012 kemarin, semua Strret Millionaire sangat excited ketika tau bahwa Monkey To Millionaire menulis "sudah siap untuk single baru kita?". Hal yang sudah lama dinantikan akhirnya datang juga, mungkin seperti itu rasanya. Begitu banyak Street Million yang langsung mananggapi pernyataan tersebut dengan cara me-retweet dari akun Monkey To Millionaire.

Ketika ditanya mengapa Man yang dipilih menjadi single pertama, Agan (bass) menjawab, ”Sepertinya lagu ini cukup mewakili konsep dan warna musik kita di album terbaru”.

“He would smile, like he was friendly…. He would stab you right in the back of your head!” sepenggal lirik di lagu Man yang cukup untuk mengartikan makna dibalik lagu tersebut. “Setiap manusia punya sifat jahat di dalam diri mereka, meskipun dia keluarga terdekat, ataupun kawan. Tersenyum di depan, menikam di belakang, itulah maksud dari lagu Man”, ujar Wisnu (vokal, gitar).

Hanya ada satu hal yang membuat semua fans Monkey To Millionaire bersedih, karena pada lagu ini lah terakhir kali Emir menggebuk drum nya sebagai drummer Monkey To Millionaire, terakhir kalinya Emir bersama Monkey To Millionaire. Dibalik bahagia karena rilisnya single baru ternyata kita harus menerima bahwa Emir sudah tidak bersama Monkey lagi, diluar sana banyak yang bertanya mengapa Emir tidak bersama Monkey lagi.

Sedikit bocoran untuk album kedua ini akan berisikan 10 lagu, dimana Wisnu Adjie masih memegang kendali penuh di bagian lirik. Tema yang diangkat pun masih seputar kejadian sosial, maupun pribadi. Wisnu menjelaskan sedikit perihal album yang sedang mereka kerjakan , “Yang jelas album kedua ini akan lebih kasar suaranya dan lebih enerjik dibanding album yang lalu”.
-dikutip dari blog mereka
Pernah sekali saya mendengar lagu ini ketika Monkey To Millionaire tampil di Radio Show TV One, kebetulan lagu ini dipakai sebagai ending. Apa kesan pertama saya? "Intronya aja udah keren!!" setelah mendengar sampai selesai "gila ini keren!!" warna baru dari musik Monkey To Millionaire yang dibuat sedikit kasar dan sangat berbeda dengan album terdahulu. Tentu saja menarik seperti biasanya, dengan lirik lagu yang menakjubkan. Bukan hal baru bagi para Street Million yang ada di Jakarta karena mereka sudah lebih dekat dengan idolanya itu. Mereka sudah tau adanya single itu karena Monkey membawakannya di salah satu gigs yang ada di Jakarta saat itu. Iya salah satu kenikmatan tersendiri bagi mereka bisa dekat dengan idolanya.


Look at that boy
who already has a man's voice
with the ability of a woman's mouth

hey, untrustworthy man
well, he's a man with a thousand mouths
with the ability of a woman's mouth

with a lot of a things
he wants to talk about

does it fit you?
does it feed you?

big ego
big envy
he would smile
like he was friendly
he would stab you right in the back of your head

hey, untrustworthy man
well, he's a man with a thousand mouths
with the ability of a woman's mouth

all the things that you want me to
all the things that you promise to

if it doesn't concern you
than what is it to you?

he's a man with a thousand mouths

Begitu lah sepenggal lirik dari single Man. Seperti biasa, Monkey To Millionaire menyajikan lirik lagu yang menyentil, menyinggung kehidupan sehari-hari di sekitar kita, yang terjadi di sekeliling kita. Kalau tidak begitu, bukan Monkey To Millionaire namanya. Mereka tidak selalu terfokus pada lirik tentang cinta seperti yang marak dimana-mana, namun juga tentang kehidupan sosial, seperti single ini. Menceritakan tentang seorang pria yang di depan kita dia terlihat baik sekali pada kita namun nyatanya di belakang kita dia menikung atau menusuk kita dari belakang. Hal seperti ini tidak hanya dilakukan kaum pria, wanita pun juga. Dia punya mulut banyak, dan perilakunya seperti wanita, iya memang banyak pria di sekitar kita yang seperti itu. Lirik ini memang menyentil, dan sangat membuat mood pendengar menjadi naik. terbukti pada beberapa orang. Ah, mereka memang punya ciri khas agar para fans nya tetap mengagumi mereka. Mungkin ini menurut saya, bagaimana menurut kalian?

Silahkan coba dengarkan single terbaru mereka disini dan rasakan sensasinya *headbang* : http://soundcloud.com/monkeytomillionaire/tracks


Monkey To Millionaire:
Wisnu Adjie – Vokal/Gitar
Agan Sudrajat – Bass

Informasi dan kontak :
Ph.0856.972.93700
Monkey2millionaire@yahoo.com
Facebook.com/monkeytomillionaire
Twitter : @monkey2mill

Follow juga akun fanbase nya : @streetmilliondan @StreetMillionBD

Selamat menikmati seni yang sangat menarik :)

Jumat, 06 April 2012

Review : Afternoon Talk



Dalam industri musik Indonesia, sangat jarang terdengar kemunculan band-band di luar Jawa dan Bali. Padahal pergerakan musik di sana juga menggeliat dan hidup. Banyak band berkualitas, namun karena kurang publikasi hanya dikenal di daerah masing-masing.

Salah satu band di luar Jawa dan Bali yang mulai mendapat publikasi nasional dan internasional adalah band Afternoon Talk asal Lampung.

Band yang terbentuk pada 2010 dan beranggotakan Sofia, Osa dan Ridwan itu sudah pernah diliput antara lain oleh majalah Hai, Nylon Indonesia, dan SEA Indie — sebuah label musik asal Thailand yang berkonsentrasi pada musik indie pop Asia Tenggara.

Melalui musik mereka yang hangat dengan penggunaan instrumen akustik dari gitar dan ukulele, musik Afternoon Talk layak mendapat perhatian.

Lagu mereka selalu terdengar intim dan personal. Menyimak musik Afternoon Talk seperti mendengar tuturan cerita seorang teman. Gaya bernyanyi sang vokalis, Sofia di beberapa lagu seperti gaya orang mendongeng. Bahkan di lagu “Love Letter” ia berteriak resah.

Untuk mendengarkan seperti apa musik Afternoon Talk silakan klik di sini.

Bila Anda ingin menonton langsung penampilan mereka, kebetulan pada bulan Februari 2012 ini, Afternoon Talk melakukan tur kecil di Jawa. Mulai 15 Februari hingga 22 Februari 2012 mereka akan menyambangi lima kota besar dan akan tampil dalam pertunjukan yang kecil dan hangat.

Source : http://id.omg.yahoo.com/blogs/blog-editor/afternoon-talk--band-indie-pop-asal-lampung.html

BIODATA:

Afternoon Talk is a band with simple-sweet-short-acoustic songs. With Sofia (vocal), Osa (guitar,ukulele,bass), and Wawan (guitar,percussion,drum,keyboard) The idea began when Osa and Sofia talked about music, maybe at that moment Sofia was thinking that she got a same idea with Osa. And spontantly they said “Why Don’t we make a band?”. From that moment they began to make music together. The following days, Osa presented his friends during high school years Wawan to join the band and they decided to choose Afternoon Talk as the name of the band. Need to know more about the songs information? so listen to it and you’ll get to know it.

Source : http://demos.hai-online.com/index.php/profile/sofias

Menyanyikan perasaan sedih dengan riang dan tanpa beban mungkin bukan opsi yang kebanyakan orang pilih untuk menumpahkan atau melepasakan suasana hati yang tidak baik. Kesedihan atau mungkin biasa disebut dengan galau merupakan suatu perasaan yang lebih dekat dengan suasana muram, serasa beban dipundak yang sudah diemban menjadi semakin berat dan tinggal menunggu waktu untuk dihempaskan atau dilepaskan. Kebanyakan orang lebih merasa nyaman untuk ‘mendekatkan’ diri dengan musik bernuansa muram seperti post-rock atau triphop karena merasa jenis musik tersebut lebih memiliki keterikatan dengan perasaan tersebut, terutama dari segi nuansa. Namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku bagi trio folk-pop asal Lampung yang menamakan dirinya Afternoon Talk.

Perasaan sedih yang dinyanyikan memang tersirat secara harfiah dari tiap bait lirik yang dinyanyikan oleh Sofia Sekar Arum, namun yang membedakan adalah notasi dan aransemen musik yang sengaja diracik agar tidak terdengar depresi atau sedih. Tidak percaya? Silakan dengar track pembuka berjudul “Love Letter” yang menceritakan tentang surat cinta salah alamat. Padapart terakhir Sofia terdengar seperti berpura-pura menangis dan menafikan perasaan dia yang sebenarnya jengah untuk terus sendiri, tepatnya pada bait “But oh my God, I Know that it was not for me, I’m just sick of being single you know..”. Lagu galau yang sangat manis dan menyenangkan untuk didengar. Saya mendapati seorang anak kecil yang kebetulan lewat didepan rumah menari-nari girang ketika saya memutar lagu ini. Sofia hanya terdengar muram pada track “Please Tell Me How To Turn Back The Time” itupun dengan kadar yang pas dan tidak berlebihan dengan lirik yang terbilang naif dan lugu. Sekilas intro pada “The Ship Will Bring You Home” mengingatkan saya dengan lagu “Yellow Submarine” milik The Beatles, sebuah track terakhir yang menutup sajian manis milik Afternoon Talk yang berproporsi pas.

Cara bernyanyi Sofia yang seperti bertutur atau bercerita ditingkahi oleh pola aransemen catchy dan riang merupakan formula dari musik Afternon Talk. Kita tidak perlu memutar hingga dua kali sampai mengerenyitkan dahi untuk bisa memahami dan menikmati musik yang mereka suguhkan, cukup dengan duduk sembari menikmati teh atau kopi dan camilan kesukaan. Sebuah EP yang juga membuktikan musik bagus nan catchytidak melulu harus berasal dari Pulau Jawa. Afternoon Talk seakan mengajarkan kepada kita bahwa kesedihan tidak selamanya harus disikapi secara muram dan berlebihan. Biarkan perasaan tersebut berlalu dan tumpahkan dengan riang. –tahu88

Source : http://hujanrekords.com/releases/afternoon-talk-self-titled-ep

Afternoon Talk, kalo udah pernah denger Katjie&Piering pasti ya mirip mirip lah, atau the Trees And The Wild, mirip juga. Nice sekali. Pertama tahu adalah ketika temen saya, Sekar, dia ngajakin nonton mereka tapi waktu itu belum tahu dan ada yang post link free download EP mereka. Saya download lah dan dengarkan, dan saya langsung suka setelah pertama mendengar :)

Dan khusus untuk yang ini kalian benar-benar harus mencoba, bahkan rasanya kalian pasti baru dengar kan tentang band ini? Ini cocok didengar ketika siang atau sore hari, nyaman sekali.

Baca sendiri kan kata-kata di atas? Afternoon mengemas lirik lagu "galau" dengan sangat manis dan menggambarkan bahwa sebuah lagu galau atau mellow tidak harus selalu mendayu-dayu. Afternoon Talk benar-benar handal dalam mengemas lagunya, manis dan sangat menyenangkan, menyejukkan hati saat didengar. Yang ada bukan galau, yang ada adalah ingin berdendang dan mulai memetik jari atau menggoyangkan kepala ke kiri dan kanan saat mendengar lagunya, saya yakin semua yang mendengar lagunya tidak akan merasakan hawa galau. Malah merasa seolah terbawa ke dalam lagunya.

Iya memang saya baru tahu sekarang-sekarang, tapi walaupun mereka baru mengeluarkan 1 EP yang saya tahu tapi lagu-lagu mereka tidak kalah dan patut bersaing. Everyone must know that indie have a band like that :-bd

Penjelasan saya tidak akan panjang-panjang, dari link yang saya dapat pun rasanya sudah cukup menjelaskan semuanya.

Untuk mengetahui lebih dalam karena ini terdengar asing, saya beri beberapa link tentang mereka

Reverbnation : http://www.reverbnation.com/afternoontalk

Soundcloud : http://soundcloud.com/afternoontalk

Facebook : https://www.facebook.com/afternoontalk

Last Fm : http://www.last.fm/music/Afternoon+Talk

My Space : http://www.myspace.com/afternoontalk

Official Blog : http://lovelettertojava.tumblr.com/

Twitter : https://twitter.com/#!/afternoontalk

Free Download EP : http://hujanrekords.com/releases/afternoon-talk-self-titled-ep

Kamis, 05 April 2012

Hollywood Nobody - Theories

One logic that works on love

Is that you’ll be crawling back after the fall


That’s what your impulse do

When the blindness got into you



One math theory works on ego

One plus one equal chaos

When two brains meet at one circumstance

Heart could never follow



And losing you own senses

When all you have is your sensitivity



One biological term explains it all

When you realize you’re anatomically different

That’s when you hear unbalanced beat

And looking for another connected pulse



And losing all your senses

When all you have is your sensitivity

Review : Adhitia Sofyan

Adhitia Sofyan (lahir di Bandung 6 November 1977, umur 34 tahun) merupakan seorang Penyanyi Indonesia yang dikenal sebagai musisi kamar, karena seluruh lagu dalam albumnya direkam secara independen di dalam kamarnya sendiri. Lagunya yang paling dikenal adalah Adelaide Sky yang menjadi salah satu soundtrack untuk film Kambing Jantan: The Movie dan Memilihmu.

Pada tahun 1999 Adhitia pernah memiliki proyek solo. Salah satu lagunya (menurut pengakuan temannya) pernah memuncaki tangga lagu indie di radio Ardan FM Bandung. Namun karier bermusiknya tidak berlanjut. Ia berkecimpung di industri periklanan dengan menjadi desainer grafis di Matari Advertising.

Setelah cukup mapan di Virus Communications, Adhitia kembali menjadi musisi. Dengan format akustik, ia mulai merekam beberapa lagu. EP perdananya, I’m Not Getting Any Slimmer, So Here We Go... dicetak 100 kopi, walaupun awalnya ia hanya menginginkan 20 kopi. Sisanya ia bagikan secara gratis dengan ongkos kirim ditanggung oleh Adhitia sendiri.

Adhitia mencoba mengirimkan EP-nya ke chart radio NuBuzz milik radio Prambors (ketika itu), dan pihak NuBuzz memilih 2 lagu, Adelaide Sky dan Memilihmu, untuk dimasukkan ke dalam tangga lagu. Kedua lagu inipun sukses memuncaki tangga lagu NuBuzz. Respon positif dari para pendengar membuat musisi yang pernah mengubur impiannya sebagai musisi karena gagal menjadi mahasiswa Berklee College of Music melanjutkan kariernya sebagai musisi.

Adhitia merilis album perdananya, Quiet Down, dengan konsep Freemium. Ia menyediakan album ini untuk diunduh secara gratis di blog pribadinya, disamping album fisik yang menawarkan kualitas audio yang lebih baik serta 1 lagu bonus. Namun ia mengalami masalah dalam distribusi album fisiknya. NuBuzz yang sebelumnya merilis album kompilasi Nu Buzz 1.1 (yang memuat lagu Memilihmu milik Adhitia), tidak mampu membantu mendistribusikan albumnya. Adhitia pun menunjuk Zapato Record sebagai distributor, namun distribusi albumnya tidak berjalan lancar. Album ini juga diedarkan di Jepang oleh distributor musik indie Disques Desinee dan Tower Records Jepang mendapat respon yang baik.

Album keduanya, Forget Your Plans, dirilis dalam konsep yang sama. Masih mengandalkan format akustik dan penjualan secara Freemium. Kali ini Adhitia menggandeng Demajorssebagai distributor. Di Jepang, album ini juga didistribusikan secara eksklusif oleh Production Desinee, perusahaan rekaman milik Disques Desinee.

Adhitia pernah tampil di acara Harmoni di SCTV pada bulan Agustus 2010. Penampilannya sepat menjadi bahan perbincangan di Twitter.

Pada 20 Desember 2010, Adhitia mengumumkan akan merekam album ketiganya.

Pada Bulan September 2011, Adhitia melakukan tour di Jepang. Salah satu pertunjukannya, pada tanggal 24 September 2011 di Saravah Music Lounge, Tokyo, direkam dan diedarkan secara gratis.

Album

Quiet Down
Forget Your Plans
EP

I’m Not Getting Any Slimmer, So Here We Go...
Live From His Bedroom
Source : Wikipedia


Pertama tahu Adhitia Sofyan darimana? Seperti kata di atas. Dari Film Kambing Jantan dengan lagu Adelaide Sky nya. Iya waktu itu ketika saya menonton film nya saya benar-benar suka lagu nya bersama mantan pacar saya dulu. Jadi intinya lagu ini memang memiliki kesan ketika saya mendengarkannya, membuat saya kembali ke masa ketika saya mendengarkan lagu ini bersama seseorang.

After Taste : sejuk, kalem, tenang.

Cocok Didengarkan ketika sedang tenang atau untuk menenangkan diri.

Saya sangat suka dengan album Quiet Down, saya memiliki CD nya. Adhitia Sofyan memiliki suara yang benar-benar menyejukkan hati. Lirik lagu yang simple namun benar-benar terasa nyata dan diambil dari pengalaman hidupnya.

Untuk tahu lebih banyak bisa kunjungi wordpressnya, dia menyediakan link free download seluruh album dan single nya. Wordpress Adhitia Sofyan : http://adhitiasofyan.wordpress.com/
Info lebih lengkap setiap harinya, bisa follow twitter : https://twitter.com/adhitiasofyan/

Review : Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca
Asal Jakarta, Indonesia.
Genre : Pop, Rock, Alternative Rock, Indie
Tahun aktif : 2001—sekarang
Label : Aksara

Efek Rumah Kaca adalah grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Mereka dikenal oleh para pecinta musik di Indonesia lagu-lagu mereka yang banyak menyentuh dan memotret keadaan sosial masyarakat di sekitar mereka pada semua tingkatan. Sampai sekarang, band ini sudah mengeluarkan dua buah album studio, yaitu Efek Rumah Kaca pada tahun 2007 dan Kamar Gelap pada tahun 2008. Mulai Januari 2009, mereka dipercaya untuk mengisi rubrik khusus seputar pemilu di surat kabar Kompas setiap hari Sabtu

Anggota :
Cholil Mahmud
Adrian Yunan Faisal
Akbar Bagus Sudibyo

Efek Rumah Kaca pada awalnya dibentuk pada tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personel, akhirnya mereka memantapkan diri dengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama ini kemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca - diambil dari salah satu judul lagu pada album perdana mereka.

Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock.


Album

2007 Efek Rumah Kaca
* 1st Single - Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
* 2nd Single - Cinta Melulu
* 3rd Single - Di Udara
* 4th Single - Desember


2008 Kamar Gelap
* 1st Single - Kenakalan Remaja di Era Informatika
* 2nd Single - Mosi Tidak Percaya
* 3rd Single - Balerina


Pertama tau Efek Rumah Kaca darimana? Dulu pas jaman di tv masih ada MTV. Suka nonton video clip nya desember sama cinta melulu. Jaman SMP selalu jadi back sound kalo lagi berdua sama mantan juga. Kami berdua penikmat eEfek Rumah Kaca hehehehe. Ya begitulah sama teman-teman pun menikmati musik mereka. A great music, liriknya nyeleneh tapi emang good banget!! Emang sih baru sekali nonton mereka perform sampe pulang jam 11 malem tapi ya itulah mereka menakjubkan, bikin nagih!! Semoga ada kesempatan untuk lihat mereka lagi :')
Musik mereka nyaman di dengar, lirik mereka berbeda dari kebanyakan. Coba dengarkan lagu berjudul Desember dan Cinta Melulu yang menurut saya menjadi most favourite karena saya kira orang-orang banyak yang sering mendengar lagu ini. Coba tonton mereka secara live dan rasakan bagaimana menyenangkannya menikmati musik dari mereka.


Jumat, 30 Maret 2012

Review : Bayu Risa

Bayu Purwadi Risakotta, also known as Bayu Risa. Lahir di Depok 6 Oktober 1983. Siapa dia? Dia adalah seorang penyanyi yang dulunya terkenal sebagai bagian dari personil Pasto, namun yang membuat dia semakin diketahui adalah ketika lagunya menjadi salah satu single yang berjudul Percaya dalam iklan sebuah provider bersama Rayi "RAN". Bayu Risa mengusung aliran electro pop, dan dia mengeluarkan albumnya di akhir 2010 yang bernama "Rise and Start Again". Sekarang tentu saja dia bersolo karir dan lebih sering tampil di acara-acara seperti pensi dan gigs. Bayu Risa berada di bawah naungan Sinjittos Records.

Bagaimana awalnya saya menyukai Bayu Risa? Itu karena sebelumnya sejak sering mendengar lagunya yang berjudul Percaya yang sering diputar di radio dan di tv, saya penasaran sosok seperti apakah Bayu Risa ini. Suatu hari teman saya mengajak saya melihat Bayu Risa. Katanya ada di Car Free Day, mengisi acara launching salah satu bank dengan produk barunya, dan kebetulan juga waktu itu ada Vidi Aldiano. Wah tampan juga rupanya dan good looking. Waktu itu saya belum tahu apa-apa dan baru pertama lihat waktu itu. Sesampainya di rumah saya coba browsing untuk dengar lagu-lagunya Bayu Risa dan kemarin baru saja membeli albumnya.

Dan untuk memperkenalkan Bayu Risa pada pendengar musik nasional, maka salah satu singlenya yang berjudul “Love Song” disediakan sebagai free download dan bebas diunduh dan dibagikan kepada siapa saja. Lagu yang memilki menampilkan warna NewWave/Disco/Nu Disco ini juga sekaligus memperkenalkan warna musik baru dari Bayu Risa yang dahulu lebih terkenal di jalur R n’B. Walau demikian kualitas teknik dan keunikan suara Bayu yang menjadi ciri khasnya selama di Pasto masih dipertahankan dalam versi yang lebih matang. Track ini sendiri diproduseri oleh Joseph Saryuf yang juga ikut mengerjakan aransemennya. Single ini akan membuktikan bahwa Bayu Risa adalah seorang penyanyi solo yang patut diperhitungkan di dunia musik Indonesia.

Iya selain memiliki wajah tampan dan suara bagus dalam setiap penampilannya da selalu tampil eksentrik, dia selalu menyertakan tarian dan gaya-gaya khas miliknya yang membuat si penonton menjadi semakin mengenal dan kagum kepadanya dengan gaya khas nya. Selain itu Bayu Risa termasuk orang yang ramah kepada penggemarnya dan selalu melemparkan senyum manisnya pada penggemarnya.

Lagu yang berjudul "Percaya" diilhami oleh pengalaman Bayu Risa merasakan perjuangan anak-anak penderita kanker untuk dapat bertahan hidup sembari melawan penyakit mereka. Semangat mereka yang tinggi untuk melawan penyakit ini membuat Bayu Risa tergerak untuk ikut memberikan dukungan moral dalam bentuk lagu. “Gapai semua mimpimu, berjalanlah tanpa ragu Yakinkan hatimu dan tetap percaya” Penggalan lirik di atas mencerminkan dukungan moral Bayu Risa yang disalurkan melalui sebuah lagu beraliran electro-pop/dance dengan berbagai elemen musikal yang dinamis dan segar.


Sekarang,setelah sukses dengan albumnya Rise and Start Again, Bayu Risa merilis single barunya yang berjudul "Desire" khusus pada lagu ini Bayu Risa berkolaborasi dengan Hannah Al-Rashid dan rapper JFlow yang juga lawan main nya di salah satu sinetron musikal "Iskul". Kolaborasi ini didasari oleh rasa suka pada aliran musik yang sama, single ini tidak meninggalkan ciri khas dari Bayu Risa yaitu dengan electronic dance yang kental. Single ini sangat enak didengar, cocok untuk membuat sedikit berdendang, suara Bayu Risa bisa berbaur dengan suara Hannah dan juga JFlow, membuat single ini sangat manis.


Bisa dicoba di dengarkan disini : http://soundcloud.com/sinjitosrecords/sets/bayu-risa-desire

Album Bayu Risa - Rise and Start Again

Track List:

1. Head On Wheels (featuring Ciel Duke)

2.Ku Ingin Kau Tahu (Featuring DFMC)

3.Sahabat

4. Love Song

5. Ain't Gonna Stop (please You)

6. Bersinar Untukmu

7. Percaya feat. Rayi

8. DFire fear. Sara Un Soiree

9. Sela

10. It's Been A Long Tome feat. Direct Action Group


His Twitter : https://twitter.com/#!/bayurisa

His My Space : http://www.myspace.com/bayurisa

His Facebook Fan Page : https://www.facebook.com/bayurisa?ref=ts

Rabu, 28 Maret 2012

Review : Hollywood Nobody








Hollywood Nobody, adalah sebuah band yang mengusung aliran Bossanova. Band ini berasal dari Bandung. Band ini adalah jebolan dari L.A Lights Indie Fest volume 1. L.A Lights Indie Fest sendiri merupakan ajang pencarian musik atau ajang asah bakat dalam bermusik bagi band-band di Indonesia, khususnya band indie yang selalu sukses menarik perhatian pendengar musik di seluruh Indonesia. Band ini terbentuk sejak tahun 2005 dan digawangi oleh Dian Safitri Irawan (vocal), Romy Febriansyah (guitar), Dendy Revolusi (bass), Irma Wahyuni Irawan (keyboard/backing vocal), Luthfi “Upenk” Erizka (drum).
Band yang bergenre Bossanova ini berada di bawah naungan Fast Forward Records dan pada tanggal 18 Februari 2012, mereka telah sukses melangsungkan konser yang diberi nama "Midnight In Hollywood" bersama Luky Annash juga sebagai guest star pada konser itu. Luky Annash sendiri adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan juga seorang pianis yang berasal dari Jakarta. Konser mereka sukses membuat para Hollibuddies---fans dari Hollywood Nobody--- merasakan kebahagiaan yang tak terkira karena rasa rindunya yang akhirnya terbalaskan pada band favoritnya ini, dan beberapa diantaranya kecewa karena durasinya yang kurang panjang. Konser ini sukses membuat seluruh Hollibuddies yang berada di Venue benar-benar tersihir dan menikmati seluruh alunan lagu yang dibawakan oleh Diantra sang vokalis.
 Pada tahun 2010 mereka pun sukses meluncurkan sebuah album yang diberi nama "Everything Happens For A Reason" dan juga sebuah single yang berjudul "A Bow To My Violin". Dan sampai saat ini, album mereka sudah tidak tersisa di pasaran, tak ada satu pun toko yang masih menjualnya. Habis. Tak bersisa. Banyak orang yang masih mencari album mereka itu, namun sayang sekali sudah habis tak bersisa di pasaran.
Bagaimana awalnya saya bisa mengetahui dan menyukai band ini? Pertama kali saya mengetahui Hollywood Nobody adalah ketika banyak sekali orang yang membicarakan tentang band ini dan mengatakan bahwa lagu-lagunya enak untuk didengar. Dan benar, pertama kali saya mendengar lagu mereka, saya memang langsung menyukainya dan tanpa ragu untuk mencoba mendengarkan seluruh albumnya. Suara khas dari Diantra sang vokalis berhasil menyejukkan hati dan membuat kesenangan tersendiri setiap saya mendengarkan lagu-lagu dari Hollywood Nobody, sejauh ini lagu-lagu mereka berhasil dan selalu berhasil memperbaiki mood saya. Lagu-lagu dengan lirik yang simple namun jika dicermati memiliki arti yang penuh makna. Diantra sendiri yang menjadi vocalis adalah seorang manager dari penyanyi solo bernama Tulus yang booming dengan lagu Sewindu-nya. Diantra juga memiliki sebuah band yang berisi 3 wanita dan dinamai dengan Munchausen Trilemma.
Entah mengapa setiap saya mendengar lagu-lagu dari Hollywood Nobody saya seolah terbawa untuk menikmati isi lagunya, mood saya naik. Saya seolah berada sebagai subjek dalam setiap lagunya, saya berhasil meniknatinya dengan cara saya sendiri. Lagu-lagu mereka itu memang sangat juara apalagi ketika didengarkan secara live, saya selalu suka memahami lirik lagu yang ada di setiap lagu mereka. Salah satu track favorit saya adalah track yang berjudul Theories yang isinya memang sesuai seperti dengan kehidupan pada kenyataan, silahkan kalian coba dengarkan dan cari liriknya. Sepenggal liriknya adalah seperti ini : One logic that works on love, is that you’ll be crawling back after the fool. That’s what your impulse do, when the blindness got into you…
Lirik lagu Hollywood Nobody memang di dominasi oleh tema mengenai percintaan dan perasaan kepada seseorang, namun tentu mereka memiliki ciri khas tersendiri. Saya sendiri memahami lagu mereka tidak cukup hanya sekali saja, setelah saya dengar berkali-kali saya pahami lirik lagunya kemudian pada akhirnya saya mengerti. Saya penikmat aliran musik Bossanova milik Hollywood Nobody. Bandung harus bangga memiliki band keren seperti ini, karena pada jaman sekarang jarang sekali band-band yang keren seperti Hollywood Nobody.
Kebanyakan orang ketagihan setelah mendengar lagunya, misalnya saya, bagaimana tidak, kesan saya setelah pertama kali mendengar lagunya memang stuck di kepala. Kiss The Pain Away yang membuat saya menyukai dan sangat jatuh hati pada Hollywood Nobody, suara Diantra sang vocalis benar-benar mampu menghipnotis semua orang yang mendengar suaranya ditambah aura nya yang selalu menawan setiap kali membawakan lagu. Hollywood Nobody pun mengcover lagu dari Etta James yang adalah seorang penyanyi yang terkenal pada jaman nenek dan kakek kita , mereka mengcover lagu yang berjudul At Last dan lagu itu selalu membuat merinding saat saya mendengarkannya. Diantra sang vokalis selalu tampak hebat dalam membawkan lagunya. Saya tidak sabar untuk album kedua dari Hollywood Nobody, terlebih ketika live perform mereka selalu membawakan lagu yang katanya akan ada di album baru mereka. Semoga secepatnya…
Saya memang seorang fans yang terlambat tahu mengenai Hollywood Nobody, saya baru mengenal band ini dari sejak tahun 2011, mlai mendengarkan lagu-lagu mereka, mencari tahu tentang mereka melalui social media dan lainnya. Tapi keterlambatan ini tidak menjadi penghalang saya untuk menjatuhkan hati pada band ini. Bahkan saya jatuh cinta pada band ini tidak hanya sekali, namun berkali-kali hingga saat ini.
Di tengah rasa penasaran saya ketika baru mengetahui bahwa ada band se-menakjubkan ini dan ingin sekali melihat mereka secara live, saat itu Hollywood Nobody melalui akun twitter resmi mereka di twitter mengatakan bahwa mereka akan mengadakan sebuah konser tunggal pada tanggal 18 Februari 2012, yang diberi nama Midnight In Hollywood seperti yang sudah saya ceritakan di atas tadi, konser ini dikatakan akan mengusung tema tentang tahun 20-an. Dengan tanpa pikir panjang, say aberpikir bagaimana pun caranya saya harus datang ke konser ini, saya segera mencari teman untuk diajak datang ke Midnight In Hollywood. Biasanya say punya partner atau teman untuk datang ke acara-acar musik semacam ini karena memiliki kesukaan yang sama, namun ternyata saat itu teman saya megatakan jika pada tanggal itu dia sudah memiliki janji dengan yang lain yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Sempat putus asa, bahkan saya sampai membuat sayembara melalui akun pribadi saya di twitter yang berisi “siapa yang mau nemenin aku dateng ke Midnight In Hollywood? Aku bayarin deh tiketnya" setelah mengumumkan sayembara itu ke seluruh penjuru timeline di twitter, yang didapati hanyalah beberapa teman yang mengiyakan sekaligus menggagalkan dan pada akhirnya saya pergi bersama dengan orang yang saya ajak pada waktu pertama kali.
 Saat itu saya sudah was-was karena katanya tiket presale sudah habis, laku terjual tak bersisa, begitu yang saya baca dari akun twitter mereka, yang saya takutkana dalah tiket on the spot pun laku terjual dan kami tidak jadi menonton konser ini. Pergilah kami sekitar pukul 5 sore dan tiba di venue pukul 6.15 dan masih harus menunggu untuk membeli tiket sampai akhirnya ternyata kami mendapatkan tiket itu, dan rasanya saat itu ingin sekali mengatakan pada seluruh dunia betapa beruntung dan bahagianya makhluk tuhan satu ini sembari berteriak “hai dunia aku dapat tiket konser Midnight In Hollywood! Hahahaha.”
Setelah itu, kami menunggu open gate sekitar jam 8 malam, tidak ada yang rugi dari menonton konser ini. Sekalipun harus berdesak-desakkan dan ruangan yang panas dan sedikit sesak karena mungkin overload, semua itu sirna dan terbayar sudah ketika Diantra sang vokalis naik ke atas panggung dan suara merdunya mulai menyihir seisi venue untuk ikut bernyanyi bersamanya. Awesome-ness! Dari sejak Diantra naik ke atas panggung hingga selesai, saya tidak bisa berhenti takjub dengan band ini.
Midnight In Hollywood menjadi moment yang paling berkesan untuk saya, ini pertama kalinya saya menonton kalian perform secara live. Setelah itu, menonton kalian seolah menjadi kebutuhan untuk saya dan menjadi kesenangan pribadi yang rasanya tidak boleh terlewatkan, intinya.... saya kecanduan menonton kalian perform. Selama mereka perform di bandung dan memungkinkan untuk saya datangi, pokoknya saya harus datang. Bahkan berkat kalian, saya sukses mengajak kecengan untuk menonton kalian bahkan sampai dua kali, selain menikmati alunan musik yang indah dari kalian, saya pun senang karena nonton kalian bersama orang yang saya sukai dan juga menyukai kalian, kami menyukai kalian. Bahkan kami rela menikmati hujan untuk menyaksikan kalian, dan rasanya…. Romantis…
            Pada akhirnya, si teman yang saya ajak datang ke konser Midnight In Hollywood itu pun turut menyukai Hollywood Nobody dan jatuh cinta dengan lagu-lagunya. Karena mereka takkan pernah gagal dalam membuat puas semua fans nya dengan perform mereka. Semoga mereka selalu menciptakan karya-karya yang cemerlang dan selalu mengeluarkan inovasi baru. Saya selalu rindu menyaksikan kalian tampil di atas panggung dengan segala ciri khasnya.. Saya masih menunggu untuk rilisnya album kedua dari Hollywood Nobody. Semoga secepatnya rilis karena sudah banyak sekali orang-orang yang menantikannya.

 


Dan inilah lagu-lagu yang ada di album "Everything Happens For A Reason"
Track List :

1. Harmony In 
D Minor
2. Ballad Of a hero
3. Betrayal
4. Secret Nobody Knows
5. Into Hate
6. Love Me
7. I'll still Leave
8. Telescope
9. Theories
10. Love Song
11. The Boy And A Guitar
12. Woe To You, Lover
13. I Write This Song For You
14. No Existence Could Be Harder
+ A Bow To My Violin






Monkey To Millionaire

Band yang berasal dari Jakarta ini memiliki nama yang sangat unik, yaitu Monkey To Millionaire. Sedikit unik ketika pertama kali mendengar namanya, dan yang pertama muncul di benak saya adalah "band apaan sih nih? aneh namanya!" tapi semua pikiran aneh itu hilang jaug saat suatu hari seorang teman saya update status di facebook dengan liriknya Monkey To Miliionair - Merah, statusnya berisi "di dalam kamar ini, aku bersembunyi lagi, mereka yang kita sayangi yang paling mampu melukai" and i think of course yes! Saya sangat suka dengan lirik lagunya. Jadi asal muasal saya mencintai Monkey To Millionaire adalah karena ini.

Monkey To Millionaire berdiri pada tahun 2004 dengan formasi Wiznu Adji (Vocal/Gitar), Agan Sudrajat (Bass), Emir Kharsadi (Drum), dan Manos (Gitar). Mereka mengusung aliran alternative rock. Sebelumnya di awal tahun 2000-an mereka memakai nama "Lucca" sampai akhirnya mereka memakai nama Monkey To Millionaire. Tanggal 27 April 2007 adalah tanggal dimana EP pertama mereka rilis dan masih berada di bawah naungan Sinjitos Record. Sedangkan di tanggal 30 Mei 2009 mereka resmi merilis album mereka yang diberi judul "Lantai Merah". Mereka juga salah satu jebolan L.A Lights Indie Fest vol 2 dan mereka booming dengan "Rules and Policy"-nya yang juga pernah di cover oleh seorang anak kecil di you tube.

Album "Lantai Merah" sendiri mempunyai arti bahwa mereka mengerjakan album ini sampai titik darah penghabisan hingga memerahkan lantai. Monkey To Millionaire pun duet dengan Marsha Suryawinata dalam lagu "Strange Is The Song In Our Conversation" yang menurut saya sangat manis sekali. Saat ini yang saya ketahui mereka memiliki satu EP dan satu buah Album. EP Stange Is The Song In Our Conversation dan Album Lantai Merah.

Fans dari Monkey To Millionaire diberi nama Street Millionaires, dan saya bergabung menjadi Street Millionaires Bandung. Sangat menyenangkan menjadi bagian dari mereka. Dan kalian siapapun yang suka Monkey To Millionaire bisa gabung ke @streetmillion atau @StreetMillionBD silahkan bergabung bersma kami :)

Monkey To Millionaire - Lantai Merah (2009)

Track List :

1. Fakta dan Citra

2. Kiasan

3. Let Go

4. Merah

5. Replika

6. Satu Nama

7. Clown

8. The Vow

9. 30 Nanti

10. Strange Is The Song In Our Conversation



EP Strange Is The Song In Our Conversation (2007)

Track List :
1. Strange Is The Song In Our Conversation
2. Kembali Tenggelam
3. Opini
4. Memaksa Usia

Tentu saja saya suka mereka dan ingin menonton mereka lagi dalam sebuah konser, jadi silahkan nikmati playlist hari ini : Monkey To Millionaire!!


Dan saya baru saja posting playlist berisi lagunya mereka di tumblr saya, silahkan meluncur kesini dan mendengarkan secara gratisan : http://raaaaan.tumblr.com

Jumat, 24 Februari 2012

Review : Midnight In Hollywood :D

Hari itu tanggal 18 Februari, setelah galau sebulan akhirnya dapat teman untuk pergi ke "Midnight In Hollywood" yap untuk yang belum tau itu apa saya akan jelaskan. Jadi Midnight In Hollywood itu adalah nama konsernya Hollywood Nobody, dan buat yang engga tau Hollywood Nobody itu apa dan siapa, saya akan ceritakan juga. Hollywood Nobody itu adalah salah satu band jebolan L.A Lights Indie Fest. Mereka adalah 2 wanita dan 3 pria yang menakjubkan.
Saya mulai menyukai mereka di akhir tahun lalu, mulai download lagunya untuk coba-coba di dengar dan first time i hear they song, i loved them so much!!!
Sumpah musik mereka adalah musik yang selama ini saya cari *eaaaaa lebay*
Tapi emang iya enak banget deh, mereka mood controller banget. Kalo mood lagi down saya denger lagu mereka dan bisa tenang lagi, nah setelah download satu akhirnya saya download semua lagu yang ada. Saya ingin sekali beli albumnya, nanti kalau ada waktu.
Dengerin lagu itu dan akhirnya pada bulan januari saya lihat @hollynobody ngetwit di twitter kalau mereka akan ngadain konser di Bulan februari. Excited banget dan ingin nonton banget.
Pertama, saya ajak Ajeng... Dia tadinya mau nemenin sodara nya nonton Maliq...
Oke hopeless...
Saya ngetwit juga di twitter....
Ada Dewi yang katanya ngajak tapinya ga jadi.... Makin Hopeless...
Ajak Togun, dia harkos ternyata, bikin seneng tapi ga jadi.
Ajak Rakka juga harkos ending nya ga jadi.
Jadinya tetep sama Ajeng, emang doi tuh ya sahabat terkeceeee :">
Fix pergi sama Ajeng setelah H-1 saya ngetwit di twitter Bayarin dia yang mau temenin saya ke Midnight In Hollywood *gila gak sih ampe sayembara gitu* hahaha it's the best way to get friend to go to a gigs :))
Dan hari H...
Setelah nge-KEPO twit nya @hollynobody dan @FFWDrecords katanya tuhhhh Tiket on the spot mulai dibuka jam 11 eh ini versi hollynobody, versi FFWD adalah dibuka jam 7. Dan yang benar adalah versi FFWD....
Oke caw sama Ajeng jam 6an, nyampe di IFI ( Institut Francaise Indonesia) *eh bener gak sih nulisnya?* setelah nyampe, beli tiket OTS dan pergi sholat dulu... Open Gate nya jam 7.. Kita nunggu dulu di dalem sambil foto. Dan ini dia ketika saya foto di dalam :





Setelah foto-foto kita nunggu sampe sekitar jam 8 malam lalu konser di mulai.. Eh iya, ini review dari Hollynobody di blognya "Midnight In Hollywood" itu versi mereka dan sekarang saya akan ceritakan versi saya.
Pertama mereka masuk kita disuruh berdiri dari yang awalnya posisinya duduk. Iya, Diantra sang vokalis yang nyuruh kita berdiri. Kalian tau? Bulu kuduk saya mulai merinding saat musik mulai... Diantra pertama nyanyi lagu Betrayal. Jadi sesi pertama adalah : Betrayal | Telescope | The Boy and a Guitar | Kiss the Pain Away | Love Song | No Existence Could Be Harder

Pas pertama nyanyi betrayal semua yang ada disitu ikut nyanyi termasuk saya yang hafal lagunya, ah excited banget!! Mereka keren, di sesi ke 1 yang saya engga hafal cuma lagu The Boy and a Guitar dan No Existence Could Be Harder jadi di lagu sisanya saya ikut nyanyi, walaupun saya engga hafal tapi saya tetep takjub sama perform mereka. Sumpah deh entah berapa kali bulu kuduk saya merinding waktu denger ka Diantra nyanyi..

Ini foto-foto waktu mereka perform yang saya temukan dari internet :






















Ini foto-foto mereka, ah saya benar-benar menikmati petunjukan mereka yang menarik dan manis di malam itu. Malam minggu yang nyaris menakjubkan. Hollywood Nobody tampil begitu manis dan rapi. Ditambah Lucky Annash, seorang pianis asal Jakarta yang tampan dan sangat kereeen sekali B)
Pokonya pertunjukan itu sangat menawan dan menyenangkan, suatu pencerahan di sabtu malam. Terimakasih Ajeng dan akhirnya bisa melihat band favorite saya secara langsung.
They're so awesome :))