Senin, 23 September 2013

Day 2 : Argumen hari ini.

Baru-baru ini sedang punya kebiasaan baru, memperhatikan watak dan perilaku orang-orang di sekitar, terutama teman-teman dekat. Entahlah tanpa sadar ternyata saya punya teman dalam hal ini, suka memperhatikan bagaimana cara orang lain berbicara dan lainnya. Belakangan ini saya sudah mulai memahami emosi dari teman-teman dekat yang ternyata dia tidak suka A, yang ini tidak suka B dan lainnya.. Bagaimana saya ternyata sering diam-diam memperhatikan seorang teman yang lebih suka menahan amarahnya sendiri daripada membaginya dengan orang lain dengan cara bercerita tentang masalahnya.
Setelah itu saya pun selalu berpikir mengenai perilaku dan sikap, masih kebanyakan berpikir tentang bagaimana tanggapan orang lain terhadap saya, padahal peduli apa kata orang jika hal itu tidak berpengaruh dengan kemajuan hidup kita ya abaikanlah saja. Kalau itu tidak membantu untuk kemajuan hidup saya ya peduli amat, tapi ternyata komunikasi dan apa yang kita lakukan sehari-hari menuntut kita untuk melakukannay secara timbal balik, kedua belah pihak harus setidaknya memperoleh keuntungan. Kemarin baru saja baca dari buku Psikologi Komunikasi, katanya yang membentuk kepribadian seseorang itu bukan lingkungan, tetapi bagaimana orang tersebut menafsirkan pesan yang disampaikan orang lain kepadanya dan bagaimana ia menyampaikan perasaannya kepada orang lain, begitu yang saya baca dari buku Psikologi Komunikasi yang ditulis oleh Bapak Jalaludin Rakhmat. Bisa saya contohkan dengan saya yang misalnya menunjukkan wajah yang ramah dan tersenyu manis pada teman-teman saya, itu dapat diartikan sebagai tanda bahwa saya menyukai teman-teman saya, namun wajah dengan ekspresi tersebut pun bisa menghadirkan makna yang berbeda jika yang memahaminya adalah orang yang mungkin kurang menyukai saya, bisa jadi hal tersebut dipandang bahwa saya sedang mencari perhatian. Bisa saja, bukan?
Mungkin teman-teman di semester 3 ini sebagian besar masih orang-orang yang sama dengan semester lalu setidaknya saya sudah paham mereka apa dan bagaimana, apa yang boleh dan tidak boleh lagi untuk dilakukan. Kepribadian saya, dan mereka terbentuk sepanjang hidup. Setiap hari saya sering berpikir apakah semakin bertambahnya usia memang kita semakin perlu untuk memperhatikan hal-hal semacam ini?. Adalah mengenai sebab dan akibat, yaitu jika X maka Y, jika saya berbuat ini maka yang ditimbulkan akibatnya adalah itu. Kurang lebih begitu, ternyata saya pun diperhatikan orang lain, saya pun memperhatikan orang lain. Lagi-lagi tentang bagaimana mengontrol dan mengendalikan emosi masing-masing agar tetap stabil. Seringkali banyak orang yang membutuhkan teman untuk berbagi tanpa membutuhkan solusi, karena memang mereka lebihhh membutuhkan untuk didengar daripada dibantu.
Terlalu banyak memendam sesuatu sendirian bisa saja membuat kamu gila, berakhir dengan air mata dan kacau. Itulah mengapa manusis perlu berkomunikasi, karena komunikasi adalah kebutuhan. Tadi, diberikan kuis dengan pertanyaan : APakah perlu menjalin hubungan baik dengan sesama mahasiswa? Jawabannya adalah sangat perlu, meamangnya kita bisa hiduo sendiri tanpa bantuan dari mereka? Kelak suatu saat, perlahan tapi pasti, cepat atau lambat, kita akan memerlukan teman yang membantu kita, jika kita menjalin hubungan baik tentu saja kita akan memeiliki banyak kemudahan. Sebut saja kelak jika kita sudah sama-sama sukses, teman-teman tersebut bisa menjadi akses, link atau membantu kita dalam misalnya urusan pekerjaan, bisnis, promosi dan lainnya. Atau kita tidak mau kan sepanjang masa dikenang dengan image tidak baik? Simbiosis mutualisme.
Kemudian, mungkin timbul banyak persepsi dari orang-orang di sekitar saya mengenai apa yang saya lakukan, misalnya saya melakukan A, dan sekitar saya bisa memberikan banyak makna, persepsi yang ditimbulkan atau yang dihasilkan bisa menajdi banyak sekali. Karena ada banyak orang yang memperhatikan jadi mungkin kita harus berpikir berkali-kali sebelum bertingkah dan berbicara, tak apa, tetaplah jadi diri sendiri. Ibarat kata ada yang nyinyir, toh itu hak mereka. Hidup ini bebas berkespresi bukan? Tapi jangan berani berkata bebas jika kebebasan yang katanya digembor-gemborkan amsih dibatasi pula oleh kebeasan orang lain, jangan menuntut hak kita jika masih saja hak kita dibatasi orang lain. Mengutarakan apa yang dirasa pun akan menjadi salah jika kita salah menempatkannya.

Pada akhirnya untuk segala asumsi ini, suka atau tidak suka kita hanya harus memaklumi dan menerima. Orang lain terhadap saya dan saya terhadap orang lain, karena saya tidak hidup sendiri dan semuanay tidak dapat saya atur sesuai kemauan saya, begitulah kehidupan saat ini mungkin. Lalu terlepas dari tulisan ini, bagaimana tanggapan kalian itu terserah pada tanggapan masing-masing, saya boleh berasumsi dan kalian juga. Stay positive! Stay be a nice person!

Selasa, 17 September 2013

Day 1.

            Selamat malam, hari ini adalah hari kedua di semester 3. Sekarang saya sudah menjadi mahasiswa tingkat dua dan saya punya junior sekarang, tidak terasa waktu berlalu begiru cepat. Sekarang saya tidak lagi menyandang status Mahasiswa Baru, sekarang saya adalah Mahasiswi Manajemen Komunikasi.
            Di semester ini saya bertemu dengan mata kuliah Penuisan Kreatif, saya rasa saya tidak salah memilih jurusan ini, menulis yang biasa saya lakukan ternyata bisa saya kembangkan di mata kuliah ini, menulis kreatif dengan materi lainnya. Dimulai sejak hari ini saya mendapat tugas untuk menuliskan selama 3 bulan ke depan bagaimana keseharian saya di kampus atau di rumah, entah akan dengan bahas formal atau tidak tapi yang penting dituliskan setiap harinya. Mungkin akan saya posting beberapa di blog juga, setidaknya ini positif bagi diri saya sendiri agar terus produktif menulis, walaupun berbentuk buku harian atau cerita sehari-hari. Dengan adanya tugas ini akan membuat saya mau tidak mau dan secara terpaksa atau tidak memiliki kewajiban untuk menulis, produktif dan tidak malas untuk menulis.
            Hari pertama di semester 3, terlambat masuk kelas karena terjebak macet. Entahlah kota Bandung saat ini macetnya sedang menjadi-jadi, hampir di segala waktu, perjalanan dari rumah ke kampus yang sebenarnya bisa saja di tempuh dalam waktu 60 menit, sekarang ini durasinya bertambah hingga bisa menjadi dua kali lipat. Sekarang ini pergi satu setengah jam sebelum jadwal masuk kelas pun masih saja saya datang terlambat, besok-besok saya harus pergi dua jam sebelumnya? Kesannya seperti rumah saya ini jauh di antah berantah…. Sekalian saja ke Jakarta lewat tol, sama kan dua jam? Hahahahahaha… Kadang sampe kampus kecapean di jalan, kepanasan, yah begitulah perjuangannya, sudah kuliah jauh-jauh semoga terbayar dan jangan useless deh kuliahnya. Tapi jadwal kuliah semster ini mungkin belum jodoh, smeuanya ada di jam-jam lagi macet.. Semangattt!! Pergi awal dari rumah…..
            Hari kedua yang mana adalah hari ini, datang tepat waktu, yaitu 09.50.. tapi dosen sudah dikelas, jadi apakah dikategorikan terlambat juga? Hmmmmm saya masih pusing dengan semester 3 yang mata kuliahnya sudah tidak paket seperti semester 1, setiap mata kuliah teman-teman kelasnya beda lagi, yaaaa baru hari kedua tak masalah masih merasa bingung dan pusing, nanti terbiasa kok… Jadwal bentrok, aduh hectic nya semester 3… 24 sks full, padat senin-jumat. Alhamdulillah tapi, biar cepet lulus hihihi.. di nikmatin dulu aja deh… Temen kelasnya masih banyak temen yang semester 1 dan 2 jadi udah akrab. Semoga semester ini dapat berlalu dengan lancar, dan harus ikut organisasi. Se-ma-ngat!!

Sabtu, 10 Agustus 2013

7 hari di Ciburial.

(VERY LATE POST!!)

7 hari di Ciburial, menjadi santri and it was the longest weekend I ever had =))
Hahahahaha iya, kenapa ada pesantren? Karena berkuliah di kampus islam ini, pesantren masuk sebagai sks dan ada di KRS walaupun Cuma 1 sks. Dan ini enggak Cuma 1 kali selama berkuliah disini, tapi nanti sebelum sarjana pun ada lagi pesantren untuk yang sarjana. Selama disana, menjadi minggu terpanjang dan ter-melelahkan yang pernah ada…. Eh Cuma 6 hari sih, sabtu pagi-pagi emang udah pulang, tapi hari-hari disana itu…. Melelahkan dengan segala rutinitasnya. Sebenernya bukan masalah materi yang susah, materi mah alhamdulillah paham lah seengganya walaupun nggak sampai hapal serinci zakat pertanian dengan air yang dialiri dari sungai harus berapa persen….. setidaknya saya tahu lah dasar-dasarnya. Materi sholat ya hapal, setiap hari dilakuin, yang nggak hapal cuma praktek sholat jenazah aja.. Capek karena kegiatan nonstop, naik turun tangga terus dan istirahatnya kurang :”)

Semester 2 datang, daftar pesantren dan kebagian gelombang 4.. Eh ternyata anak-anak sekelompok waktu ospek pada pindah gelombangnya ke gelombang 4 yang asalnya cuma aku sama Nadya doang eh sekarang nambah Citra, Oca dan Belinda, oke merasa cukup lega karena nanti disana nggak akan melongo sendirian. Akhirnya pesantren bareng Oca, Citra, Belinda dan Nadya. Hari senin dateng, setelah kemarinnya packing banyak sekali aaaaaa berat bawaannya,  janjian sama yang lainnya di Kampus jam 6 pagi… minta anter papa karena yang jadi masalah adalah bawaannya yang berat sekali, tapi bawaan ini ternyata lebih mending dibanding yangbawa koper kayak mau mudik lebaran dana da yang bawa bed cover. Okey  :----)

Janjian di kampus dan Oca adalah orang pertama yang nunggu depan gerbang kampus dan katanya dia sakit perut *as always* lalu nunggu yang lainnya, terutama nunggu Citra yang mau dengan berbaik hati beserta Mami nya yang rela nebengin kita…. Abis itu dateng Nadya sama Ica, mereka nggak bareng, mereka pergi pake taksi, dan tinggal tunggu Belinda yang ngaret… hahahahahaha. Setelah semuanya lengkap kita siap-siap pergi, bawaan anak-anak nggak nyantai semuanya, bahkan Citra, Nadya sama Ica bawa koper segede gaban, entah isinya baju untuk berapa hari dan makanan untuk pasokan berapa lama, okey mungkin mereka lagi simulasi mudik -___- kita dengan bermodalkan Google Maps dan nanya orang-orang nyari dimanakah Ciburial itu, sampe akhirnya sampe dan udah banyak orang disana, first impression, Oh ini Kampus 2 Unisba? Ya Allah jauh banget ini sih.. Setelah sampai kita turunin barang dan liat kita sekamar sama siapa, kita cari kamar buat beresin barang, tapi ternyata kita semua kamarnya beda-beda dan semua orang yang ada disana ingin sekamar sama temen-temen deketnya, ya kita juga gitu ingin sekamarnya sama yang Fikom lagi, ya bukan rasis sih tapi semuanya pada pindah yaudah ikutan, setelah riweuh-riweuh akhirnya di 207 sekamar sama Oca, Citra, Belinda, Vya, Uti, Qorni dan 1 orang dari jurusan Akuntansi (yang berbaik hati stay di kamar kami) (yang notabene berisik dan rumpi).

Hectic hari Pertama. Beres-beres barang di kamar, pilih kasur mau tidur dimana. Dan bla-bla sampe selesai lalu ke aula untuk acara pembukaan, dimana disana diadakan pemilihan ibu lurah dan pak lurah. Dan Oca yang entah harus dikatakan sebuah kebanggaan atau semacam hal aneh terpilih sebagai ibu lurah. Ya selamat lah ya :”)
Hari pertama, materi dan sholat 5 waktu, makan siang dan coffee break. Dan hey! Makanannya enak-enak semua, aku betah makan disana, syedaaap :9 hahahha salah fokus :p dan hari pertama beberapa orang di kamar emang lagi berhalangan sholat, jadi seiap giliran makan ya bisa ngantri duluan, jadi ketika yang lain masih sholat, nah sebgian udah ada di tempat makan (termasuk aku) (2hari pertama). Kegiatan pertama selesai jam 9 lebih 40 menit, ya itu berlangsung sampai 5 hari ke depan. Cuaca disana adem, pemandangan pagi dan malamnya subhanallah dahsyat, makanannya enak, akhirnya bikin betah tapi…. Orang-orangnya yang ngebikin engga betah :__) Setelah hari pertama habis, saatnya tidur untuk besok bangun jam 3 shubuh dibangunin dengan alarm sirine ambulance yang menandakan kita harus sholat tahajud. Yang setiap tahajud surat pendeknya panjang-panjang, dan setiap sholat maghrib pendek-pendek banget, kebalik. Hari pertama tidur nggak nyenyak, deket pintu dan suara diluar sana terdengar jelas… orang-orang keluar masuk, buka pintu, kedenger bunyi dari kamar mandi, bunyi gebrus-gebrus air orang mandi. Mandi jam 1 malem? Teu bisa isuk deui?! Iya sih kegiatan seharian emang bikin keringatan banget, lengket, tapi kan amsih bisa nanti lagi, aku kan ngantuk :”(((

Hari kedua, sholat tahajud dibubuhi muka-muka ngantuk keparahan. Setiap liat orang lagi posisi berdiri semuanya badannya goyang karena ngantuk, tiap abis sujud bangun laginya lama…… begitu pun aku, nggak bisa nahan ngantuk yang superrrr dahsyat! Tidur Cuma 5 jam sehari untuk orang sekebluk saya adalah kurrrraaaaang :D oiya, setiap sholat itu ada absennya dan kalo telat dapet bintang yang harus ditebus dengan menghafal surat pendek, nggak peduli itu telatnya karena ngantri wudhu sekalipun he he he. Dan setiap sholat shubuh sama maghrib kita harus bikin resume ceramah. Hari kedua ini pas ceramah banyak orang yang tidur dan bangun pas sholat subuh lalu siap-siap untuk senam terus sarapan pagi, mandi dan materi lagi sampe malem… kegiatannya gitu-gitu aja. Makan siang dan malam seperti hari pertama, ngantri paling dulu dan mulai ada yang risih dan juga nyinyirin kita karena tiap makan selalu paling duluan. It’s really funny, lol. Padahal ada Mayang dan Novita yang setiap kita dateng ke tempat makan eh mereka sudah habis berapa suap… Jadi rasis karena ya begitu kita yang se fakultas ini selalu antri makan lebih dahulu dengan niat karena takut ngantri panjang, ya kita sih selagi bisa duluan ya duluan aja gitu ya, orang lain kalo emang mau duluan ya udah tinggal ikutin nggak usah pake delek-delek, ngomongin dan nyindir-nyindir + nyinyir ke orang lain. Ini lucu, di pesantren udah gede pulak, eh masih aja ada yang beginian, akhirnya kami memutuskan untuk makan belakangan di hari selanjutnya. Berawal ketika aku dan citra yang jal;an berdua ke tempat makan eh ada yang ngomong begini “Hmmm hmmmm si dia lagi yang duluan” yaelah masalah perut emang bikin sensi ya? Yowes kami memutuskan untuk makan coffee break lesehan diluar dan tiap makan belakangan :”D

Hari ketiga dan keempat, nggak ada bedanya dengan hari kemarin tetap kagiatan yang sama…. Masih aja dinyinyirin soal makanan -__- Cuma lupa sih hari apa kita menemukan diamond *halah* mamanya Citra bawain PHD di sore hari :”) dan setiap harinya selalu ada pasokan Siomay dan Baso Tahu Imam Bonjol yameeehhh makanan tak pernah habis di kamar kami :--))

Hari keempat, telat bangun untuk sholat tahajud.. Karena semalemnya baru bobo jam 12an setelah gosip, rumpi dan curhat, ehe ehe. Sampe digedor-gedor fasilitator ke kamar. Hehehe. Berhubung ngantuk parah, gantian dulu ke wc cuci muka dan saya pake atasan mukena dari kamar, udah gitu bawahannya pake celana trainning dan kaos kaki, eh nyampe mesjid udah mau mulai, buru-buru ikut sholat dan tanpa sadar ternyata aku sholat tahujd nggak pake mukena bawahan.. pas rukuk ngelihat kok Cuma celana doang hehehe malu deh.. untung orang-orang pada ngantuk dan nggak nyadar, abis 4 rakaat langsung ngomong ke Citra dan ngakak hahaha malu deh aku :”> udah gitu seperti biasa, tap paginya lanjut senam, Cuma setelah kejadian makanan itu kami ganti pola makan *halah* orang lain makan dulu baru mandi, nah kita kebalikannya jadi sepi dehhhh. Dan ya kelanjutannya begitu lagi materi sampe malem dan tidur siap-siap untuk besok hari jumat, tes akhir semua materi selama beberapa hari ke belakang yang bakal diadain setelah jumatan.

Hari kelima, masih ada materi terakhir mengenai sholat jenazah dan ada senior yang bersedia menjadi bahan prektek untuk dikafani.. haeee kakak, nggak apa-apa ya, latihan :p udah gitu ya selesai amteri persiapan jumatan, yang cowo jumatan, yang cewe keputrian gitu, nahhh karena ngantuk, aku malah ketiduran hehehehe padahal niatnya mau baca-baca. Oiya jadi selama di pesantren ini ada 2 kelas, kelas fiqih dan kelas al-quran, kelas fiqih aku dapetnya bareng Vya, kelas al-quran dapetnya bareng Belinda dan Uti.. yang kelas fiqih ini seringnya dapet dari pagi sampe sore gitu, tiap materi bawaanya ngantuk dan ketiduran, suka bilang ke Vya “bangunin ya kalo dosen nya liat” hahahaha udah gitu di kelas fiqih ini kita punya kecengan.. Kalo Vya ngeceng anak yang angkatan nya udah tuwir banget, pas dosen ngabsen nama kita hapalin dan saking penasarannya kita cari di web unisba dan googling sampe nemu twitternya eh kita nemu twitternya namanya bontenk dan ya kalo dibaca itu adalah bahasa sundanya dari mentimun dan entah apa tujuannya akang itu punya nama twitter itu, jadi ya kita sebut saja doi dengan aa bonteng, tiap liat dia kita sebut aa bonteng, doi manis gitu guyss tapi idungmnya sedikit besar, ya ndak apa-apa lah ;)) hahahaha kalo aku juga ada kecengan, ternyata satu fakultas dan senior aku huehehe Cuma nggak tahu namanya liat wajahnya nampak mapan, jadi aku sebut dia aa mapan.. kan kan apa bangetttt. Hahahaha. Kalo tiap kelas al-quran, karena ngantuk dan udah malem, tiap materi, kerjanya scrolling timeline twitter nyari tweet lucu sama Belinda dan Uti.. Ter-absurd dan ngakak. Ya allah maafin ya o:-)

Singkat cerita tibalah saat ujian dan diawas dengan ketat, ujian tulis dan al-quran berjalan lancar walaupun degdegan karena mau nyontek pun percuma, orang-orang sama aja nggak belajar ehe ehe baiklah.

Hari terakhir, pembagian sertifikat tanda kelulusan. Dan heeey kami semua lulus… Aku dapet nilai B, ya alhamdulillah ya allah, nggak mesti ngulang-ngulang lagi deh untuk ini. Terimakasih hihihihi sebenernya sih betah-betah aja aku disana, adem banget, dan setiap pagi lihat matahari terbit dengan langitnya yang subhanallah itu menyenangkan, malem-malem liat city lights itu aduh ya allah kesukaan banget.. Ya Cuma gimana, orang-orangnya emang belum cocok, ya setidaknya ini pengalaman, menyenangkan sekaligus agak menyebalkan hihihii akhirnya selesai juga. Sampai jumpa di pesantren sarjana 2,5 tahun lagi (kalo lulusnya bareng) (amiiiin)!!!



Jumat, 21 Juni 2013

Terlalu lama tersimpan di draft.

Sebenernya tuh ya untuk apa selama ini aku masih sayang dan mendem perasaan ini, ngarepin dia balik, ngarepin bisa bareng dia lagi tapi rasanya aku egois karena semua itu udah nggak mungkin lagi, ga ada yang bisa di harepin dari ini semua. Waktu udah berubah, semuanya berubah, berubah banget. Tetep aja rasanya aneh, selalu aja sering ngebandingin sama apa yang terjadi di masa lalu padahal harusnya tahu diri kalo dulu sama sekarang itu beda jauh banget. Tapi kenapa sih semuanya itu ga bisa gitu ya ilang dari kepala ini? Semuanya tuh ga bisa ilang gitu aja, semuanya kayak udah permanen dan paten di kepala ini, stuck.
Gatau deh mau sampe kapan jadi orang kek begini, rasanya kayak kalo maju di terkam harimau, mundur masuk jurang. Kek ada di persimpangan yang gatau deh harus gimana.. 
Kemaren banget abis patah hati lagi dan karena orang yang sama entah untuk kali ke berapa hati ini di patahkan seperti itu, mungkin tak terhingga. Tapi kek orang aneh aja, tetep aja di nikmatin. Kok ga bisa gitu ya biarin dirinya bahagia? Ya tuhan, udah ngga ngerti lagi deh ini nulis apaan.. Rasa-rasanya ini stuck banget di kepala, ingin meledak dan boom!!! ilang deh isi kepalanya..... ih apa sih suka ga sekolah ngomongnya..
Aduh andai bisa reset nih isi otak, mau ya tuhan mau banget gitu hapus bagian tentang orang itu aja... Cape sebenernya jadi orang kayak gini, padahal ya emang aku sendiri yang ngebuatnya, tapi aku ga akan kayak gini kalo gak di duluin. Situ juga kagak tau diri. Ah gatau deh maunya apa, bukan mau balik kok, bukan, habis setelah hatinya dipatahkan berkali-kali dan setelah tau seluk beluknya, ogah gitu buat mengulang bareng dia.. Tapi ga rela aja gitu kan ya tuhan.... Ga rela kalo dia sama orang lain, iya karena emang akunya masih sayang, gak mau ngelepasin dan ga relaaaaa aaaaa ga ikhlas, eh belum sih tapi atulah ini tuh ngenes gitu kan ya ah gatau atulaaaah udah dadas banget gitu ini hati aku... Jatohnya tuh ya kalo orang lain nyakitin jadinya biasa aja udah kebal, ga pernah nangis, hikmahnya ini doang? Jadi orang kuat dan tahan banting? Engga! Siapa bilang?! Selalu ya, mendem, nahan, gatau ngapain, ditahan sendiri sampe akhirnya nanti udah memuncak rasa
keselnya, ya cuma bisa nangis lah, apalagi.......
Tapi orang yang membuat aku kayak gini mungkin udah mati rasa, he doesn't care anymore. Dia gak peduli lagi apa-apa tentang aku, sekalipun itu adalah salah dia dan karena perbuatan dia. Engga sih sebenernya ini semua asumsi aku sendiri, yang mikir ini aku, yang ngerasain aku, yang berbuat aku, terus semuanya harus salah aku? Engga atulah tau diri aja... Tapi pasti orang yang dimaksud akan bilang, emang aku nyuruh kamu kayak gini? Ya engga, tapi ini semua karena perbuatan kamu.
Aku cuma mau kamu pun tegas, sama aku, sama dia, sama pilihan aku, sama semua komitmen yang ada! Berhenti jadi orang plin plan yang selalu datang-pergi-datang-pergi sesuka hati. Kalo mau pergi, yaudah pergi aja, gausah balik-balik lagi, biar seengganya aku bisa nata hidup aku dengan baik, walaupun ga semudah itu buat nganggep kalo semuanya baik-baik aja, walaupun ga semudah itu buat nutupin hati yang sebenernya sakit dan udah gatau lagi mesti berjuang sejauh mana... 
Dia pasti mikir, yaudah sana lo mau ngapain juga bukan urusan gue lagi. Gue ga pernah nyuruh lo lakuin itu, sekalipun ada kaitannya sama gue.. Iya mungkin cuma itu yang ada dalem otaknya.
Ya tuhan, sekalipun aku belum ikhlas, doaku padamu hanyalah agar aku selalu diberi keikhlasan dan kelapangan dada untuk menerima ini semua, semoga aku dijadikan orang yang rela dan ikhlas menerima segala apa yang terjadi dalam hidupku ini, doaku padamu selalu agar aku diberikan keikhlasan dalam menghadapi segala tantangan dan masalah yang terjadi. Biarkan aku untuk rela menerima segala kenyataan yang ada. Jika dia yang aku maksud ini bukanlah jodohku kelak, tolong ya tuhan, jauhkanlah. Jauhkanlah dia dari hidupku, agar setidaknya aku bisa kembali menentukan dan menata hidup yang (mungkin) tak karuan ini. Tolong jauhkanlah dia dari hidupku agar aku bisa berpikir bahwa dia memang bukan jodohku, biarkanlah dia pergi yang jauh dariku. Toh dia udah seneng-seneng kali jadi ya yang jauh aja lah gak usah gitu ganggu-ganggu lagi, udah punya urusan sendiri dan yaudah gitu, mind your own businness aja kan ya. Intinya ya cuma cape aja kek gini, cukup aja udah....
Makasih banget. Mari coba berpikir masing-masing sebelah mana yang salah dan segera perbaiki.
Jika kamu pergi begitu saja, jangan coba untuk kembali dengan permisi. Sekian dan terimakasih, selamat malam.

Jumat, 17 Mei 2013

Olly Murs feat Flo Rida - Troublemaker

You're a troublemaker
You're a troublemaker...
You ain't nothing but a troublemaker girl
You had me hooked again from the minute you sat down
The way you bite your lip
Got my head spinnin' around
After a drink or two
I was putty in your hands
I don't know if I have the strength to stand
Oh oh oh...
Trouble troublemaker. yeah
That's your middlename
Oh oh oh...
I know you're no good but you're stuck in my brain
And I wanna know
Why does it feel so good but hurt so bad
Oh oh oh...
My mind keeps saying
Run as fast as you can
I say I'm done but then you pull me back
Oh oh oh...
I swear you're giving me a heart attack
Troublemaker!
It's like you're always there in the corners of my mind
I see a silhouette every time I close my eyes
There must be poison in those finger tips of yours
Cause I keep comin' back again for more
Oh oh oh...
Trouble troublemaker, yeah
That's your middlename
Oh oh oh...
I know you're no good but you're stuck in my brain
And I wanna know
Why does it feel so good but hurt so bad
Oh oh oh...
My mind keeps saying
Run as fast as you can
I say I'm done but then you pull me back
Oh oh oh...
I swear you're giving me a heart attack
Troublemaker
Why does it feel so good but hurt so bad
Oh oh oh...
My mind keeps saying
Run as fast as you can
Troublemaker
I say I'm done but then you pull me back
Oh oh oh...
I swear you're giving me a heart. attack
Troublemaker
Maybe I'm insane
Cause I keep doing the same damn thing
Thinking one day we gon' change
But you know just how to work that back
And make me forget my name
What the hell you do I won't remember
I'll be gone until November
And you'll show up again next summer, yeah!
Typical middle name is Prada
Fit you like a glove girl
I'm sick of the drama
You're a troublemaker
But damn girl it's like I love the trouble
And I can't even explain why
Why does it feel so good but hurt so bad
Oh oh oh...
My mind keeps saying
Run as fast as you can
Troublemaker
I say I'm done but then you pull me back
Oh oh oh...
I swear you're giving me a heart attack
Troublemaker
Why does it feel so good but hurt so bad
Oh oh oh...
My mind keeps saying
Run as fast as you can
Troublemaker
I say I'm done but then you pull me back
Oh oh oh...
I swear you're giving me a heart attack
Troublemaker